Konsep PSEL di Bekasi Lebih Mewah dari Summarecon dan Four Points, Dilengkapi Hutan Mini
Joseph Wesly June 22, 2026 04:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menggambarkan konsep pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang akan dibangun di Kota Bekasi sebagai fasilitas modern dan berwawasan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan PSEL tidak hanya berfokus pada fungsi pengolahan sampah semata, melainkan juga mengedepankan aspek estetika serta keberlanjutan lingkungan.

Bahkan, ia menyebut tampilan bangunan PSEL nantinya akan dirancang lebih megah dibandingkan sejumlah kawasan dan bangunan komersial yang selama ini dikenal warga Kota Bekasi.

"Bukan hanya sekadar membangun pabrik, tetapi membangun satu konsep pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan. Makanya, sudah kami sampaikan konsepnya saja nanti bangunannya itu akan lebih mewah daripada Summarecon dan juga Four Points," kata Tri usai pimpin apel di Plaza Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (22/6/2026).

Tri menjelaskan, stigma masyarakat terhadap bangunan pabrik yang identik dengan kesan kumuh ingin diubah melalui proyek tersebut.

Baca juga: Tri Adhianto akan Terbang ke Cina Cek Persiapan PSEL, Ajak DPRD dan Tokoh Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama pihak pelaksana berupaya menghadirkan fasilitas pengolahan sampah yang tetap ramah lingkungan dan nyaman dipandang.

"Bahwa pabrik yang ada bukan hanya seperti kayak sekarang, melihat pabrik kok kayaknya kesannya kumuh dan sebagainya, kita membangun," jelasnya.

Akan Ada Hutan Mini

Tri menuturkan, sebagai bagian dari konsep tersebut, kawasan PSEL juga akan dilengkapi dengan ruang hijau berupa hutan mini seluas 1,1 hektare.

Selain itu, fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah residu hasil pengolahan sampah agar memiliki nilai ekonomi tambahan.

"Termasuk di dalamnya adalah kami akan membangun hutan mini ya seluas 1,1 hektar. Kita akan membangun pabrik yang kemudian sebagai penghasil daripada residu daripada penghasil sampah yang tadi," tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Bekasi itu menyampaikan, nantinya residu hasil pengolahan sampah tidak akan terbuang percuma.

Namun akan diolah kembali menjadi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan.

"Jadi hasilnya pun akan kami produksi ulang, jadi batako, jadi semen, jadi biji besi dan lain sebagainya. Jadi konsepnya seperti itu dan ini harus dijelaskan," ucapnya.

Tri mengungkapkan pentingnya kepastian dari pihak pengembang agar seluruh spesifikasi dan konsep yang telah dijanjikan benar-benar diwujudkan saat proyek selesai dibangun.

Pemkot Bekasi tidak akan segan menolak proses serah terima jika hasil pembangunan tidak sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.

"Ada satu kepastian bahwa apa yang dijanjikan dia, itu adalah sama sehingga nanti pada saat serah terimanya, kalau tidak sesuai, Pemerintah Kota Bekasi juga bisa menolak," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Bekasi siapkan anggaran Rp100 Miliar (M) untuk pengadaan lahan pembangunan stasiun PSEL di TPS Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Pembangunan PSEL ditanggung pemerintah pusat melalui Danantara.

Pembangunan PSEL diproyeksikan membutuhkan lahan dengan ukuran 5 hektare. 

Pemkot Bekasi pun telah mengalokasikan anggaran untuk lahan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Proses pembayaran lahan itu akan rampung pada November 2025.

Terkait rencana PSEL, Danantara berencana melakukan proyek mengubah sampah menjadi energi listrik di 33 kota.

Total investasi yang diperlukan yakni Rp91 triliun. 

Investasi pada satu PSEL mampi menelan anggaran hingga Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.