Sigap! Damkar Lhokseumawe Padamkan Kebakaran Lahan di Panggoi dalam 15 Menit
Saifullah June 22, 2026 10:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Lhokseumawe.

Kali ini, lahan seluas sekitar satu hektare yang berada di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, dilalap api pada Senin (22/6/2026) siang sekitar pukul 14.50 WIB.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga setempat karena kobaran api dan asap terlihat membumbung dari area lahan yang terbakar.

Beruntung, respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe berhasil mencegah api meluas ke area lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Komandan Regu (Danru) C Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe, Zulfazli menjelaskan, bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran lahan di Desa Panggoi pada pukul 14.50 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, satu unit armada pemadam kebakaran bersama personel Regu C langsung dikerahkan menuju lokasi.

Baca juga: Hujan Turun, Kebakaran Lahan Capai 99 Hektare di Nagan Raya Akhirnya Padam

“Begitu menerima laporan, kami segera bergerak ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam dan personel Regu C untuk melakukan penanganan,” ujar Zulfazli.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar sebagian besar area lahan yang dipenuhi semak dan rumput kering.

Kondisi cuaca yang panas serta vegetasi yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke sejumlah titik.

Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik-titik api yang masih aktif.

Berkat kerja cepat dan koordinasi yang baik di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu relatif singkat.

“Proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area lain,” terangnya.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare,” sebut Zulfazli.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, kebakaran tersebut menyebabkan area lahan dipenuhi sisa-sisa vegetasi yang hangus terbakar.

Baca juga: Pesawat Pemicu Hujan Buatan Dikerahkan, Langkah BNPB Atasi Kebakaran Lahan

Petugas juga memastikan tidak ada titik api yang tersisa guna menghindari munculnya kebakaran susulan setelah proses pemadaman selesai.

Rentan Terbakar

Pada bagian lain, Zulfazli memaparkan, dalam beberapa pekan terakhir ini, kondisi cuaca di Kota Lhokseumawe cenderung sangat terik, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut, ulasnya, membuat lahan yang ditumbuhi rumput dan semak kering, menjadi lebih rentan terbakar.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Terutama membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” imbau dia.

“Selain berbahaya, api juga dapat dengan mudah menyebar saat cuaca panas seperti sekarang,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi, kebakaran lahan tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali.

Baca juga: APEL Green Aceh Ungkap Kebakaran Lahan di Nagan Raya Capai 334 Hektare, Desak Polda Mengusut

Api kemudian merembet ke area lahan yang dipenuhi semak kering hingga menyebabkan kebakaran dalam skala yang lebih luas.

Petugas berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama selama musim panas.

Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang dan dapat mengancam keselamatan maupun lingkungan sekitar.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.