Angka Kematian Bayi di Parigi Moutong Capai 70 Kasus
Regina Goldie June 23, 2026 01:07 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka kematian bayi di daerah tersebut.

Jumlah kasus yang tercatat masih berada pada kisaran lebih dari 70 kasus.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, saat membuka Pertemuan dan Evaluasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Upaya Peningkatan Capaian Antenatal Care (ANC) K6 dan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Anutapura, Jl. Kampali, Kekurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Senin (22/6/2026).

Zulfinasran mengatakan persoalan kematian ibu dan bayi menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca juga: 275 Ball Pakaian Bekas Selundupan Dimusnahkan, Bea Cukai Tegaskan Larangan Impor Ballpress

Menurutnya, tingginya angka kematian bayi harus menjadi perhatian bersama untuk dicari akar penyebabnya.

"Angka kematian bayi yang masih berada pada kisaran 70 kasus lebih harus menjadi perhatian bersama dan dicari akar penyebabnya," kata Zulfinasran.

Ia menjelaskan, sejumlah faktor penyebab yang ditemukan selama ini juga berkaitan dengan upaya percepatan penurunan Stunting.

Karena itu, diperlukan kerja kolaboratif mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, organisasi masyarakat, PKK, hingga perangkat daerah terkait.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Fasilitasi Harmonisasi Raperda Pendidikan Parigi Moutong

Menurutnya, penguatan sinergi antarsektor menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.

Selain itu, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi juga menjadi bagian dari pembangunan daerah secara keseluruhan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.