TRIBUNSUMSEL.COM - Penyanyi Tantri Syalindri atau dikenal Tantri Kotak membawa kabar kurang menyenangkan setelah menjadi korban penipuan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @tantrisyalindri, Tantri meluapkan rasa kecewa dan sedihnya setelah menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh teman dekatnya sendiri.
Istri dari Arda Naff ini secara terbuka mengungkap identitas dan tampang terduga pelaku yang bernama Poppy Nupitasari.
Tak main-main, akumulasi kerugian dari seluruh korban yang ikut tertipu oleh pelaku dikabarkan menembus angka fantastis, yakni hampir mencapai Rp10 miliar.
Baca juga: Klarifikasi Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin Akui Terima Uang Rp20 Juta Agar Tak Demo di Istana
Kecurigaan Tantri memuncak setelah terduga pelaku, Poppy Nupitasari, mendadak menghilang tanpa kabar dan memutus semua akses komunikasi.
Unggahan Tantri menunjukkan kekesalannya karena hingga lewat dari batas waktu 3x24 jam, pelaku tidak kunjung menunjukkan iktikad baik untuk menemuinya.
"Benar! Aku lg kena penipuan teman sendiri, karena sudah 3x24 jam dia menghilang. Dan ga ada itikad baik buat ketemu," tulis Tantri dalam Instagram Story miliknya dikutip Tribunsumsel.com pada Selasa (23/6/2026).
Bagi Tantri, musibah ini menjadi pukulan yang sangat berat karena uang yang dibawa kabur tersebut merupakan hasil kerja keras yang ia persiapkan untuk masa depan buah hatinya.
Ia mengaku sampai kehilangan nafsu makan dan tidak bisa tidur nyenyak memikirkan nasib dana tersebut.
"Jam segini biasanya ngantuk, ini masih melek ngebayangin HAK ANAK2 YANG GW KUMPULIN SELAMA INI FIX LENYAP! KOK TEGA???" ungkap Tantri dengan nada emosional.
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Penipuan Jual-Beli Titik Dapur MBG di Lubuklinggau, Kerugian Capai Rp55 Juta
Tantri membeberkan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban dalam lingkaran penipuan ini.
Banyak korban lain yang mengalami situasi jauh lebih memprihatinkan, di mana uang tabungan yang disetorkan ke pelaku sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan yang sangat mendesak.
"Kamu juga gak mikirin nasib korban yang harus taro tabungannya untuk biaya pengobatan kanker, taro tabungan anak2 buat diputerin," cetus Tantri.
Ia menyayangkan sahabatnya sendiri begitu tega menipunya dan pelaku yang dinilainya menutup mata dari penderitaan para korban.
"Patah hati banget, kirain beneran mau jadi teman ternyata cuma manfaatin doang. Aku yakin kamu baca entah dari akun apapun. Karena akun kamu udah gak aktif, bahkan semua nomor kamu dan tiga anakmu yang kamu bawa juga ga aktif," ungkap Tantri.
Meskipun bukti-bukti sudah terkumpul lengkap dan jalur hukum sudah pasti bisa memenjarakan pelaku, Tantri menjelaskan bahwa dirinya belum secara resmi membuat Laporan Polisi (LP).
Langkah penahanan ini sengaja ditunda sementara waktu karena para korban masih berharap adanya mediasi agar uang atau hak-hak mereka dapat dikembalikan secara utuh.
"Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku., melainkan banyak orang yang ditotal-total hampir 10 M. Clueless... karena pihak keluarga nggak mau tahu dan menyerahkan ke korban terserah mau diapain. Aku masih belum LP karena korban minta haknya kembali," ungkap Tantri.
Namun, jika dalam waktu dekat tetap tidak ada kejelasan posisi pelaku, Tantri menegaskan akan langsung menyeret kasus ini ke ranah hukum.
Pihak keluarga pelaku sendiri dikabarkan sudah angkat tangan dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kepada para korban.
"Semoga ada kabar baik ya Mih. Hari ini kamu ketemu dan kita bisa mediasi. Tapi masih belum ada kejelasan posisi kamu, mau ga mau aku harus LP-in kamu," tegasnya.
Melalui kekuatan media sosial, Tantri memohon bantuan masyarakat luas untuk membagikan informasi apabila melihat keberadaan Poppy Nupitasari, terutama jika yang bersangkutan terdeteksi melakukan check-in di hotel, apartemen, atau menyewa kontrakan rumah menggunakan identitas resminya.
Vokalis grup band Kotak itu menceritakan bagaimana kabar buruk tersebut datang secara tiba-tiba saat dirinya sedang menikmati waktu bersama keluarga.
Awalnya, Tantri memanfaatkan masa liburnya selama dua hari untuk bermain dan berkumpul dengan anak-anaknya.
Namun suasana yang seharusnya menyenangkan berubah ketika ia menerima informasi yang mengejutkan dari grup percakapan WhatsApp.
Kabar tersebut membuat kondisi emosinya langsung menurun drastis.
"2 hari ini berat dijalani, perubahan perasaan yang teramat cepat! Dapat jatah libur 2 hari buat main sama anak, ketawa2, liat Whatsapp Grup (WAG) tiba-tiba denger kabar nggak baik," tulis Tantri Kotak, dikutip pada Selasa (23/6/2026).
Dampak dari musibah ini ternyata tidak hanya menguras pikiran, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi kesehatan Tantri Syalindri.
Tantri mengaku mengalami pergolakan emosi yang luar biasa hebat dalam waktu singkat setelah mendengar kabar buruk mengenai pelarian sang sahabat.
Bahkan, di tengah kondisi tubuh dan pikiran yang tidak menentu, ia dituntut untuk tetap bersikap profesional di atas panggung demi menghibur penonton dan menjalankan tugasnya sebagai juri kompetisi.
"Fisik di panggung, pikiran kemana2 ttp masih nunggu kabar," ungkap Tantri.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com