Menang Lawan Selandia Baru, Skuad Mesir Malah Dipaksa Kembali ke Markas
GH News June 23, 2026 09:09 PM
Spokane -

Asosiasi Sepakbola Mesir (EFA) mengonfirmasi adanya masalah perjalanan yang dialami tim nasional mereka usai pertandingan Piala Dunia 2026 di Kanada.

Tim yang diperkuat Mohamed Salah itu disebut tidak mendapatkan izin untuk melanjutkan perjalanan dari Vancouver ke Seattle setelah kemenangan atas Selandia Baru. Dalam laga tersebut, Mesir menang 3-1 atas Selandia Baru.

Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama mereka di ajang Piala Dunia 2026. Bintang Liverpool, Mohamed Salah, turut mencetak gol dan membantu timnya menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Melansir , Selasa (23/6/2026) usai pertandingan, tim pelatih Mesir sempat mengajukan permintaan untuk tetap berada di Seattle. Tujuannya agar persiapan tim menuju laga berikutnya melawan Iran pada 26 Juni tidak terganggu oleh perjalanan yang terlalu padat.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak keamanan setempat. Akibatnya, skuad Mesir yang dikenal dengan julukan The Pharaohs itu harus kembali ke markas mereka di Spokane, Washington.

"Pihak keamanan menolak permintaan tim untuk tetap berada di Seattle setelah pertandingan melawan Selandia Baru di Piala Dunia, sehingga delegasi tim harus kembali ke Spokane," kata Pelatih Mesir, Hossam Hassan.

"Tim sebenarnya ingin langsung menuju Seattle untuk menghindari kelelahan perjalanan karena banyaknya perpindahan lokasi menjelang laga melawan Iran pada 26 Juni. Namun, karena keputusan keamanan, delegasi tim nasional Mesir tetap harus kembali ke Spokane," lengkapnya.

Keputusan tersebut membuat rencana awal tim untuk meminimalkan perjalanan tidak berjalan sesuai rencana. Mesir kini harus kembali berlatih di Spokane sebelum menentukan jadwal keberangkatan baru ke Washington untuk laga Grup G yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni di Seattle.

Sementara itu, Iran juga menghadapi situasi serupa terkait mobilitas selama turnamen. Tim tersebut bermarkas di Tijuana, Meksiko, meski seluruh pertandingan mereka digelar di Amerika Serikat.

Awalnya, Iran berencana menjadikan Arizona sebagai pusat latihan, namun rencana itu berubah setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan negara tuan rumah bersama Piala Dunia. Sejak itu, Iran harus melakukan perjalanan ke Los Angeles setiap kali pertandingan, termasuk saat menghadapi Selandia Baru dan Belgia, sebelum kembali lagi ke markas mereka setelah laga selesai.

Menjelang pertandingan melawan Belgia, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mulling, menyebut ada individu yang diduga memiliki keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang mencoba naik ke pesawat tim Iran menuju Los Angeles.

Pernyataan tersebut dibantah keras oleh pihak Iran. Mereka menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan dan menilai hal tersebut sebagai upaya untuk mengganggu konsentrasi tim di turnamen.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, bahkan menyebut timnya sebagai yang paling tertindas di turnamen ini. Meski menghadapi berbagai situasi di luar lapangan, performa Iran tetap stabil.

Mereka mencatat dua hasil imbang melawan Selandia Baru dan Belgia, yang membuat mereka berada di posisi kedua klasemen sementara. Jika mampu mengalahkan Mesir, Iran dipastikan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.