Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Riuh tepuk tangan, sorak dukungan dari tribun, dan suara kok yang beradu dengan raket mewarnai jalannya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 di GOR Pacar Cabor Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Sejak pagi, suasana arena pertandingan tampak semarak. Puluhan atlet muda dari berbagai kabupaten di NTT menjalani pertandingan dan pemanasan dengan penuh semangat. Sementara itu, para orang tua, pelatih, dan penonton memenuhi sisi lapangan untuk memberikan dukungan kepada para atlet.
Seragam kebanggaan yang dikenakan masing-masing kontingen menjadi simbol semangat dan identitas daerah yang ikut bertanding dalam ajang tersebut.
Atmosfer kompetisi terasa semakin istimewa karena untuk pertama kalinya Kejurprov PBSI NTT digelar di luar Kota Kupang. Penyelenggaraan di Labuan Bajo menandai babak baru dalam perkembangan olahraga bulutangkis di NTT.
Baca juga: Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Provinsi PBSI NTT 2026
Selama ini dikenal sebagai destinasi wisata super premium, Labuan Bajo kini mulai menunjukkan potensinya sebagai tempat lahirnya atlet-atlet bulutangkis berbakat.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan penunjukan Labuan Bajo sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan besar dari Pengurus Provinsi PBSI NTT sekaligus peluang bagi daerah untuk melahirkan atlet berprestasi.
“Kami mengapresiasi Pengprov PBSI NTT yang telah memilih Labuan Bajo sebagai tuan rumah. Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan menuju PON 2028,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Yulianus, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga bulutangkis. Karena itu, pembinaan atlet sejak usia dini perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di tingkat nasional.
Ketua Umum Pengprov PBSI NTT, Alex Foenay, mengatakan pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi Kejurprov didasarkan pada tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.
“Kami melihat potensi bulutangkis di Manggarai Barat sangat besar. Pemerintah daerah memberikan dukungan yang luar biasa, baik dari sisi tenaga, waktu, maupun pembiayaan,” katanya.
Alex menambahkan, Kejurprov PBSI NTT 2026 menjadi langkah awal dalam menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Atlet-atlet terbaik hasil kejuaraan ini akan mengikuti proses seleksi dan dipersiapkan melalui pemusatan latihan daerah di Kupang selama satu setengah hingga dua tahun ke depan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, optimistis para atlet tuan rumah mampu menorehkan prestasi membanggakan. Menurutnya, Manggarai Barat selama ini konsisten berada di papan atas dalam berbagai ajang olahraga tingkat provinsi.
“Kami memiliki dua gedung olahraga yang menjadi sarana pembinaan atlet. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan prestasi olahraga daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menilai penyelenggaraan Kejurprov tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memberikan manfaat bagi pariwisata daerah.
Menurut dia, perpaduan antara olahraga dan pariwisata dapat menjadi daya tarik baru yang memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan.
“Orang datang ke Labuan Bajo bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk berwisata. Ini sangat baik bagi pengembangan daerah sebagai kota pariwisata,” ujarnya.
Pengprov PBSI NTT juga mengapresiasi kehadiran kontingen dari berbagai kabupaten, termasuk daerah kepulauan seperti Sabu Raijua. Meski mengirimkan atlet dalam jumlah terbatas, semangat mereka dinilai menjadi bukti pemerataan pembinaan olahraga di NTT.
Di tengah semarak pertandingan, Kejurprov PBSI NTT 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan gelar juara. Bagi Manggarai Barat, kejuaraan ini merupakan momentum untuk menegaskan bahwa Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai arena lahirnya atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.