TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta membeberkan keberhasilan Jakarta menduduki peringkat 53 kota terbaik dunia dan berhasil mengungguli sejumlah kota besar dunia, termasuk Washington DC, Amerika Serikat.
Pencapaian tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Cita Loka Fest 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Menurut Pramono, capaian itu menjadi bukti bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil positif.
“Kemarin barusan ada survei, Jakarta nomor 53 dari 100 capital city dunia. Dan yang saya paling senang itu adalah Jakarta lebih baik daripada Washington DC,” kata Pramono.
Tak hanya Washington DC, Jakarta juga disebut unggul dari sejumlah kota besar lain seperti Busan di Korea Selatan dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
“Termasuk saya juga kaget, lebih baik dari Busan, lebih baik dari Abu Dhabi dan itu bisa di-Googling karena ini internasional surveinya,” ujarnya.
Selain masuk dalam daftar 53 ibu kota terbaik dunia, Pramono juga mengungkapkan peringkat Jakarta sebagai kota global mengalami peningkatan signifikan.
Saat dirinya mulai menjabat sebagai gubernur, Jakarta berada di posisi ke-74 dari 156 kota global. Dalam waktu sekitar delapan hingga sepuluh bulan, peringkat tersebut naik menjadi posisi ke-71.
“Next Jakarta itu adalah ketika saya menjabat kota nomor 74 dari 156 indeks kota global. Dan dalam waktu 8 sampai 10 bulan menjadi 71. Ada kenaikan tiga level,” ucapnya.
Pramono menilai kenaikan peringkat itu tidak terlepas dari berbagai pembenahan mendasar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Pramono menyebut ada tiga sektor utama yang menjadi fokus pembenahan Jakarta, yakni transportasi, pengelolaan sampah, dan pengendalian banjir.
Di bidang transportasi, Pemprov DKI telah menghadirkan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga.
Menurut dia, konektivitas transportasi publik yang semakin baik membuat masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Sekarang ini Pak Teguh sudah 93 persen. Dulu yang menggunakan transportasi umum itu baru 22 persen, sekarang sudah hampir 30 persen,” katanya.
Selain itu, Jakarta juga tengah berupaya menuntaskan persoalan sampah melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah dan gerakan pilah sampah yang kini mulai diterapkan di berbagai wilayah.
Sementara untuk mengatasi banjir, Pemprov DKI melanjutkan pembangunan dan pembebasan lahan untuk proyek normalisasi sungai di sejumlah titik.
Pramono berharap berbagai upaya tersebut dapat semakin meningkatkan posisi Jakarta di mata dunia dan memperkuat statusnya sebagai kota global yang nyaman, aman, dan berdaya saing.
Baca juga: Mencari Masalah Jakarta dari Kursi Penumpang, Rutinitas Gubernur Pramono Naik Transjakarta Tiap Rabu
Baca juga: Pemprov DKI Sabet Penghargaan Daerah Paling Mendengar, Pramono: Bangun Jakarta Tak Cuma Soal Beton