Patut Dicontoh, Sepuluh Eks OPM Kodap IV Sorong Raya Ikrar Setia Kembali ke NKRI
Hans Arnold Kapisa June 25, 2026 01:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Sebanyak sepuluh (10) anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM resmi menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka kembali, merupakan anggota aktif TPNPB-OPM di wilayah atau yang disebut sebagai komando daerah pertahanan (Kodap) IV Sorong Raya.

Prosesi ikrar setia kepada NKRI digelar di Markas Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari Papua Barat, Kamis (25/6/2026).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut.

Ia menyatakan bahwa keputusan 10 orang itu sebagai langkah berani membuka lembaran baru demi masa depan Papua yang damai, maju, dan sejahtera.

“Ini bukan sekadar ucapan ikrar, tetapi sebuah langkah nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Bertahun-tahun Hidup dalam Pelarian, Kini Danyon Ayosami OPM Kodap IV/Sorong Raya Kembali ke NKRI

"Hari ini kita membuktikan bahwa persaudaraan, cinta tanah air, dan harapan akan masa depan yang lebih baik selalu lebih kuat daripada perpecahan dan permusuhan,” ujar Letjen Lucky menegaskan.

Letjen Lucky menegaskan bahwa kembalinya para eks anggota TPNPB-OPM menunjukkan semangat persaudaraan dan cinta tanah air masih hidup di tengah masyarakat Papua.

Ia mengajak kelompok lain yang masih berada di pedalaman untuk mengikuti langkah serupa dan bergabung dalam bingkai NKRI.

Menurutnya, pendekatan TNI tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Program sosial seperti pembangunan rumah ibadah, sekolah, jembatan, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan di wilayah pedalaman terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Papua dibangun dengan kasih, kebersamaan, dan gotong royong. Bukan dengan kekerasan, intimidasi, atau tindakan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Pangkogabwilhan III juga menekankan pentingnya melindungi generasi muda Papua dari pengaruh negatif, termasuk paham radikalisme dan ajakan yang dapat menghambat pembangunan daerah.

Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan kedamaian.

Lucky menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Masa depan Papua, katanya, akan semakin baik apabila seluruh pihak bersatu mendukung pembangunan dan menjaga kedamaian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.