Bupati Mas Ipin Serahkan SK Pensiun ke Sekda Trenggalek, Mata Edy Berkaca-kaca
Rendy Nicko June 25, 2026 04:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Suasana penuh haru sekaligus takzim menyelimuti Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Kamis (25/6/2026).

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto.

Beliau mengenang Sekda Edy Soepriyanto cukup lama. Sekaligus berterima kasih banyak sudah menemani 10 tahun di kepemimpinannya.

Agenda tersebut dikemas dengan Pembekalan Aparatur Sipil Negara (ASN) Purna Tugas. Edy Soepriyanto menjadi salah satu dari total 81 ASN di lingkup Pemkab Trenggalek yang memasuki usia purna tugas untuk periode Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli, 1 Agustus, dan 1 September 2026.

Baca juga: Mbak Vinanda Naik Kendaraan Taktis Anoa, Tiga Pilar Kediri Pererat Soliditas di HUT Polri

Sesuai data yang dihimpun, terdapat 36 ASN yang pensiun per 1 Juli 2026. Menariknya, Edy Soepriyanto tercatat sebagai ASN dengan masa pengabdian terlama di gelombang tersebut, yakni mencapai 40 tahun 5 bulan.

Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menjelaskan penyerahan SK sengaja dilakukan hari ini sekaligus untuk memberikan pembekalan teknis terkait masa purna tugas sesuai regulasi yang berlaku.

"Kebetulan Pak Edy Soepriyanto ini TMT-nya nanti pada tanggal 1 Juli. Beliau akan purna di tanggal 1 Juli, sehingga acaranya kita selenggarakan hari ini. Tadi beliau juga saya minta untuk mempersiapkan hal-hal sebelum purna, agar roda pemerintahan bisa terus berjalan," pesan Mas Ipin, Kamis (25/6/2026).

Saat ditanya mengenai sosok pengganti jenderal ASN di Trenggalek tersebut, Mas Ipin menuturkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa terburu-buru karena harus melewati mekanisme dan perizinan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Untuk sementara waktu, pihaknya akan mengajukan izin pengisian jabatan oleh Penjabat (Pj) Sekda.

Ditanya kenangan, Mas Ipin mengaku sosok Edy Soepriyanto memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan karier politiknya.

Ia mengenang momen kebersamaan selama satu dekade memimpin Trenggalek. Banyak hal-hal yang berkesan dan menjadi sebuah kenangan manis bisa berinteraksi dengan Sekda Edy.

"Kalau teman-teman tahu perjalanan menjabat selama 10 tahun ini, Pak Edy ini kan sekda yang saya pilih sendiri pertama kali," tutur Mas Ipin.

Ia menambahkan, Edy Soepriyanto merupakan sosok yang paling dipercayanya untuk mengomandani sistem birokrasi di Kabupaten Trenggalek.

Kedekatan keduanya bahkan tidak terbatas pada urusan kedinasan di dalam kantor. Melainkan juga di luar lapangan lantaran sama-sama memiliki hobi bermain sepak bola.

"Memang kita dari dulu ngobrolnya cair dan alhamdulillah beliau sudah menemani saya untuk melewati masa-masa sulit, membereskan beberapa persoalan," akuinya.

Mas Ipin mengakui memang tidak semuanya tuntas 100 persen. Akan tetapi pelajaran yang bisa diambil cukup banyak.

Baca juga: Polisi Kediri Bedah Rumah Warga dan Salurkan Bantuan untuk Petani

"Tetapi setidaknya apa yang beliau kerjakan bisa ditiru teman-teman yang lain, siapapun nanti yang meneruskan," tandasnya.

Sementara, Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran penerimaan SK Pensiun bersama puluhan ASN lainnya.

"Alhamdulillah pagi ini kami menerima SK Pensiun dari Pak Bupati bersama dengan teman-teman yang lain periode 1 Juli, Agustus, dan September. Sudah saatnya kami harus menyelesaikan tugas ini," ucap Edy Soepriyanto.

Pria yang gemar bermain bola ini mengaku perjalanan kariernya sebagai abdi negara sejak tahun 1986 hingga kini sangat luar biasa.

Selama lebih dari 40 tahun mengabdi, Edy mengaku kenyang dengan dinamika dan romantika permasalahan birokrasi.

"Saya hitung, selama ini saya membantu dan mendampingi enam bupati. Mulai dari Pak Slamet, Pak Ernomo, Pak Mulyadi, Pak Harto, Pak Mulyadi lagi, kemudian Pak Emil (Emil Elestianto Dardak), dan juga Pak Ipin ini. Alhamdulillah," urai Edy.

Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini menegaskan momen paling berkesan selama menjabat adalah kebersamaan dan kekompakan yang terjalin erat dengan seluruh jajaran Perangkat Daerah.

Ia pun berpesan agar seluruh ASN di Trenggalek mempertahankan rasa persatuan tersebut demi kemajuan daerah.

Terkait masa depannya setelah melepas jabatan, Edy menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. Sesuai arahan bupati, purna tugas bukan berarti akhir dari pengabdian.

"Kalau kemarin saya melaksanakan tugas negara, karena sudah purna, kami nanti akan mengabdi dan berkarya dari lingkungan yang lainnya," imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, pada gelombang TMT Pensiun 1 Agustus 2026, terdapat 30 orang yang purna tugas dengan masa kerja terlama 40 tahun 6 bulan yang dipegang oleh Sumiran, seorang guru di SMPN 4 Trenggalek.

Sementara untuk TMT Pensiun 1 September 2026 tercatat sebanyak 15 orang, dengan masa pengabdian terlama 39 tahun 6 bulan yang dipegang oleh Suprapto, guru di SDN Wonocoyo, Kecamatan Panggul.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.