Sempat Diintimidasi DPRD TTU, Hasil Medis Ungkap Dokter Icha Trauma Berat Sebelum Meninggal Dunia
Apolonia Matilde June 28, 2026 06:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (27) yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Leona Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) harus mengakhiri hidupnya pasca diintimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU pekan lalu. 

Dokter Icha, demikian ia disapa, meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) petang di rumahnya, Perumahan RSS Baumata Kabupaten Kupang. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum sebelum kembali ke rumah duka.

Keluarga dokter Icha, Fabi Banase menjelaskan, almarhumah sempat menjalani perawatan sejak tanggal 16 Juni 2026. Keluarga lalu membawanya ke Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Pada pemeriksaan pertama di Klinik Utama Jiwa Dewanta di Kota Kupang pada 24 Juni 2026, mengungkapkan bahwa dokter Icha mengalami trauma berat hingga melakukan percobaan bunuh diri. 

"Depresi berat tanpa gejala. Pasien mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri," kata Fabi membacakan surat keterangan dokter klinik tersebut, Sabtu (27/6/2026). 

Rencananya, pada Jumat sore Fabi dan dokter Icha akan ke RS Bhayangkara Kupang untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun, almarhumah memilih mengakhiri hidupnya. 

Fabi menilai trauma yang dialami dokter Icha memang berat. Beberapa kali perempuan kelahiran Cirebon, 21 Juli 1998 lalu itu menyampaikan trauma ketika kembali bertugas di TTU. Apalagi bertemu tiga oknum DPRD tersebut. 

Kasus yang dialami dokter Icha ini merupakan rangkaian dari tindakan serupa yang dilakukan DPRD TTU selama ini terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes). Setidaknya, kata dia, ada 6 kasus sebelumnya yang dilakukan salah satu anggota DPRD TTU. 

"Bukan kejadian pertama kali. Banyak nakes yang takut, karena diduga takut mau di mutasi, diancam dan lain sebagainya," katanya. (fan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.