TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat masih mencari tahu penyebab kebakaran yang menghanguskan dua ruang kelas SD Inpres Paraili, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah pada Minggu (28/6/2026) dini hari.
Kabid Damkar Mamuju Tengah, Irsyad, saat dikonfirmasi Tribunsulbar.com Minggu (28/6/2026), menjelaskan, saat timnya turun melakukan pemadaman sekaligus assessment, pihaknya belum memperoleh keterangan pasti mengenai sumber api.
Baca juga: Penyebab Kebakaran 2 Ruang Kelas SD Inpres Paraili Mateng Belum Diketahui Kerugian Rp55 Juta
"Ini, tim kami masih melakukan pencarian informasi," ujar Irsyad.
Ia menambahkan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda korsleting listrik di tempat kejadian perkara (TKP), sehingga penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SD Inpres Paraili, Syahbuddin menyebutkan bahwa saat dirinya tiba di lokasi, api sudah membumbung tinggi dan meludeskan dua bangunan ruang kelas.
Dengan demikian, ia pun tidak dapat memastikan asal mula api.
Sementara itu, terdapat update terbaru terkait kerugian materil akibat kebakaran tersebut.
Tim Kepala Bidang Pembinaan SD dan Sarpras Diskdikbud Mamuju Tengah telah melakukan assessment dengan mencatat seluruh barang dan perlengkapan terbakar.
Berdasarkan pencatatan tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta, meningkat dari perkiraan awal yang hanya sekitar Rp55 juta.
"Setelah dicatat semua barang-barang yang terbakar, guru, Kepala bidang SD dan Sarpras Kabupaten (sudah ditinjau) sekitar 100 juta kerugiannya," pungkas Syahbuddin.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Total siswa UPTD SD Inpres Paraili tercatat sebanyak 190 orang. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah