TRIBUN-TIMUR, MAKASSAR – Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian dinamis setelah sejumlah ketua DPD II mulai mengubah arah politiknya.
Sejumlah ketua DPD II sebelumnya diketahui menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Munafri Arifuddin (Appi).
Kini, mereka terlihat menghadiri agenda konsolidasi Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Pantauan Tribun Timur, sejumlah Ketua DPD II hadir langsung dalam agenda konsolidasi di kediaman IAS.
Agenda itu berlangsung di Jalan Batu Putih, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Minggu (28/6/2026) sore.
Di antaranya Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin.
Selanjutnya Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso (RMB), Ketua Golkar Barru Rahman Pina, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara (VDB).
Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, dan Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin.
Sementara Ketua Golkar Bulukumba Irwan Arifuddin mengutus sekretarisnya, Arkam.
Ketua Golkar Sidrap mengutus Sekretaris Ahmad Shalihin Halim, serta Ketua Golkar Maros Suhartina Bohari juga utus perwakilan.
Nama-nama tersebut sebelumnya diketahui masuk dalam daftar DPD II yang menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Appi.
Adapun daftar itu yakni DPD II Golkar Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Soppeng, Tana Toraja, Palopo.
Golkar Pangkep, Maros, Wajo, Sidrap, Toraja Utara, Sinjai, Enrekang, Selayar, Luwu Timur, Luwu.
Selanjutnya Golkar Toraja Utara, Golkar Luwu Utara.
Pantauan Tribun Timur, Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak hadir langsung dalam agenda konsolidasi IAS di kediamannya.
Turut hadir Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin.
Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso (RMB), Ketua Golkar Barru Rahman Pina, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara (VDB).
Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, dan Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin.
Sementara Ketua Golkar Bulukumba mengutus Sekretaris Arkam, Ketua Golkar Sidrap mengutus Sekretaris Ahmad Shalihin Halim, serta Ketua Golkar Maros juga diwakili sekretarisnya.
Nama-nama tersebut sebelumnya diketahui masuk dalam daftar DPD II yang menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Appi.
Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak mengakui sebelumnya berada di barisan pendukung Appi.
Namun setelah IAS menerima diskresi dari DPP Golkar untuk mengikuti Musda Golkar Sulsel, ia mengaku mengambil langkah berbeda.
“Sebelumnya saya sudah sampaikan ke beliau (Appi) setelah kegiatan di Soppeng, saya juga berkomunikasi dengan beliau,” kata Andi Kaswadi saat ditemui di kediaman IAS.
Saat ditanya alasan mengalihkan dukungan setelah sebelumnya menyerahkan dukungan kepada Appi, Kaswadi menyebut dinamika internal Golkar merupakan hal yang biasa.
Bupati Soppeng juga menilai penyerahan diskresi secara langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar didampingi Sekjen, Bendahara Umum dan sejumlah wakil ketua memiliki makna tersendiri.
“Itu sudah hal yang sangat luar biasa, tidak lazimnya penyerahan diskresi diserahkan langsung ketum,” katanya.
Kaswadi juga menepis anggapan dirinya masuk dalam kelompok pendukung garis keras salah satu kubu menjelang Musda Golkar Sulsel.
“Saya rasa bukan istilah garis keras, kami sama semua. Kapasitas kami sama. Cuma saya kan sangat memahami dinamika di Golkar itu sudah biasa, dan pengalaman kami selama di Golkar sudah bisa membaca tanda-tanda yang perlu kita sikapi, tidak perlu secara vulgar dijelaskan,” katanya.
Terkait kemungkinan mengajak DPD II lain mengikuti langkah politiknya, Kaswadi menegaskan keputusan tersebut merupakan hak masing-masing DPD II Golkar.
“Itu haknya DPD II masing-masing. Yang jelas bagi kami itu merupakan suatu keputusan kami atau kebijakan yang kami ambil,” ujarnya.
Andi Kaswadi juga mengaku mengenal sosok IAS cukup lama sehingga memahami karakter kepemimpinannya.
“Saya dengan beliau sudah lama sama-sama, saya tahu persis bagaimana pola kepemimpinan beliau, karakter beliau, kami sangat faham sekali,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Kaswadi menegaskan langkah yang diambilnya didasarkan pada loyalitas terhadap partai.
“Jadi saya ini loyalis partai,” tutupnya.(*)