Laporan wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Lurah Gilingan, Galih Kusuma Atmaja, membenarkan adanya penipuan bermodus menawarkan sembako murah dengan mengatasnamakan pihak kelurahan.
Bahkan, seorang warga dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp 1,4 juta setelah percaya dengan pelaku.
Kasus yang viral di media sosial itu terjadi di wilayah RW 10, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Pelaku mengaku sebagai petugas kelurahan dan menawarkan beras serta minyak goreng yang disebut sebagai sisa bantuan pemerintah dengan harga di bawah pasaran.
Galih mengatakan, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
"Mungkin kejadian ini sudah kedua kalinya di Kelurahan Gilingan. Yang pertama juga modusnya hampir sama, menawarkan beras dan minyak goreng dengan alasan merupakan sisa bantuan yang akan dijual kepada warga dengan harga murah," kata Galih, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, laporan terbaru diterima dari ketua RT pada Sabtu malam. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku menawarkan paket berisi 36 karung beras dan 14 dus minyak goreng seharga Rp 1,4 juta.
"Saya mendapat informasi dari Pak RT bahwa ada seseorang yang mengaku dari pihak kelurahan menawarkan penjualan beras sisa bantuan sebanyak 36 karung dan minyak goreng 14 dus. Karena harganya murah, korban kemudian percaya dan menyerahkan uang. Setelah itu korban diminta mengambil barang di kelurahan, padahal kami sama sekali tidak pernah menjual beras maupun minyak bantuan," ujarnya.
Pihak kelurahan kemudian mendatangi korban untuk memastikan informasi tersebut. Dari hasil pengecekan, korban membenarkan telah menyerahkan uang dan menjadi korban penipuan.
"Kejadiannya hari Sabtu, saya mendapat laporan Sabtu malam. Setelah itu kami langsung mendatangi korban dan korban membenarkan bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan," imbuhnya.
Galih menambahkan, sasaran pelaku mayoritas merupakan pedagang beras dan pemilik toko kelontong. Sementara ini, sudah ada dua warga yang diduga menjadi korban.
"Modus dan korbannya bervariasi, tetapi kebanyakan yang ditawari adalah pedagang beras dan toko-toko. Informasi sementara baru ada dua warga yang menjadi korban," jelasnya.
Menurut Galih, berdasarkan keterangan warga, pelaku sempat berkeliling di wilayah Kelurahan Gilingan sebelum menawarkan sembako murah tersebut.
Ia kembali menegaskan bahwa Kelurahan Gilingan tidak pernah menjual beras maupun minyak goreng bantuan kepada masyarakat.
Baca juga: Aksi Gendam Bermodus Sembako Murah di Solo, Pelaku Incar Pedagang Beras dan Pemilik Toko Kelontong
"Saya sudah dua kali menyampaikan kepada para ketua RT dan RW agar mengingatkan masyarakat bahwa Kelurahan Gilingan tidak pernah menjual beras maupun sembako bantuan. Seluruh bantuan sudah disalurkan kepada warga yang berhak menerima. Jadi kalau ada yang menawarkan beras atau minyak murah dengan mengatasnamakan kelurahan, itu dipastikan bukan dari kami," tegasnya.
Pihak kelurahan juga berencana mendampingi korban untuk membuat laporan ke kepolisian. Selain itu, kelurahan akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik karena pelaku mencatut nama instansi dalam menjalankan aksinya.
"Korban rencananya akan kami dampingi bersama ketua RT untuk melapor ke kepolisian karena mengalami kerugian. Dari pihak kelurahan juga akan membuat laporan terkait dugaan pencemaran nama baik, karena dalam kejadian ini pelaku mencatut nama lembaga kami," pungkasnya. (*)