Brasil vs Jepang: Ancelotti Tanggapi Dingin Psywar Pemain Samurai Biru Jelang 32 Besar Piala Dunia
Dwi Setiawan June 29, 2026 04:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti memilih meredam tensi jelang laga melawan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Meski sejumlah komentar dari kubu Samurai Biru mulai memanaskan suasana, pelatih asal Italia itu menegaskan tidak tertarik ikut memainkan perang urat saraf.

Laga Brasil kontra Jepang akan berlangsung di Stadion Houston, Texas, Rabu (30/6/2026) pukul 00.00 WIB. 

Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak 32 besar karena mempertemukan dua tim yang sama-sama belum terkalahkan sepanjang fase grup.

Sebelum pertandingan, Football Enthusiast Agung Iqbal Ramadhan menilai Jepang datang dengan kualitas permainan yang jauh lebih matang dibanding beberapa tahun lalu.

Hal itu ia sampaikan saat berdiskusi dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews bertajuk Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus? di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (29/6/2026) malam.

"Hanya Jepang yang mengalami peningkatan secara signifikan dari pola permainan, agresivitas," ujar Agung Iqbal Ramadhan.

"Mereka itu negara Samurai, negara harakiri, mereka pasukan kamikaze. Memang dari dulu seperti itu, mentalitas bertarung yang konsisten mereka jaga," tambahnya.

Baca juga: Kecerdasan Lionel Messi di Piala Dunia 2026: Main Cuma Jalan Santai Tapi Ancamannya Nyata

Ancelotti Tak Mau Terjebak Psywar

Komentar Agung seolah menggambarkan karakter Jepang yang kini semakin percaya diri menghadapi tim-tim besar.

Salah satunya datang dari striker muda Jepang, Kento Shiogai, yang sempat menyebut Brasil bukan lagi raksasa sepak bola seperti dahulu.

Namun, Carlo Ancelotti memilih menanggapi komentar tersebut dengan santai.

"Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain. Kami fokus pada pertandingan, kualitas lawan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tidak mengalami masalah," kata Ancelotti, dikutip dari ESPN.

Mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan timnya tidak tertarik memainkan perang psikologis menjelang laga penting tersebut.

"Itulah inti persiapan pertandingan. Kami tidak melakukan apa yang di Inggris disebut 'mind games'. Kami tidak akan melakukan itu," tegasnya.

Ancelotti lebih memilih mengalihkan fokus kepada performa timnya dibanding meladeni komentar dari kubu lawan.

Brasil sendiri lolos sebagai juara Grup C setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko, lalu mengalahkan Haiti dan Skotlandia dengan skor identik 3-0.

Sementara Jepang finis sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang melawan Belanda dan Swedia serta menang telak 4-0 atas Tunisia.

Jersey Timnas Spanyol (kanan) yang dipajang di toko jersey milik seorang pedagang bernama Nofi Setiawan di Mojosongo, Solo, Rabu (10/6/2026).
Jersey Timnas Spanyol (kanan) yang dipajang di toko jersey milik seorang pedagang bernama Nofi Setiawan di Mojosongo, Solo, Rabu (10/6/2026). (Tribunwow/Adi Manggala Saputro)

Jepang Datang dengan Modal Kepercayaan Diri

Meski berstatus nonunggulan, Jepang memiliki modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Samurai Biru belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir sejak kalah 0-2 dari Amerika Serikat pada September tahun lalu.

Dalam periode tersebut, Jepang mampu mencatat kemenangan impresif atas Inggris di Wembley dan bahkan menaklukkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga persahabatan di Tokyo.

Rangkaian hasil positif itu membuat Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi Selecao.

Neymar Siap Tambah Menit Bermain

Kabar baik juga datang dari kubu Brasil setelah Neymar menunjukkan perkembangan positif.

Kapten Santos itu akhirnya kembali bermain saat Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0. Penampilan tersebut menjadi laga pertamanya bersama Tim Samba setelah absen lebih dari tiga tahun akibat cedera.

Ancelotti mengaku kondisi Neymar kini semakin membaik dan siap bermain lebih lama apabila dibutuhkan.

"Neymar berkembang sangat baik. Saya pikir dia meningkat pesat dalam sepekan terakhir," ujar Ancelotti.

"Dia bisa bermain lebih dari 15 menit. Kondisinya bagus. Tetapi semuanya akan bergantung pada bagaimana jalannya pertandingan besok," lanjutnya.

Kehadiran Neymar tentu menjadi tambahan kekuatan penting bagi Brasil yang mengincar tiket ke babak 16 besar.

Meski demikian, Ancelotti sadar Jepang bukan lagi lawan yang bisa diremehkan.

Menarik dinantikan, mampukah Brasil melaju mulus ke babak 16 besar saat menghadapi hadangan Jepang dini hari nanti?

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky PRratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.