Kami terus menekankan pentingnya menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan melalui dialog untuk mencapai keberlanjutan di kedua sisi garis biru...

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Juru Bicara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Stephane Dujarric menyatakan kesepakatan yang dicapai antara Israel dan Lebanon, lewat mediasi Amerika Serikat (AS), merupakan tonggak sejarah menuju perdamaian abadi.

"Kerangka kerja trilateral antara AS, Negara Israel, dan Republik Lebanon—yang diumumkan pada 26 Juni—merupakan tonggak sejarah dalam upaya untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa dekade, dan memajukan stabilitas yang langgeng,” kata Dujarric dalam konferensi pers, Senin (29/6).

“Kami terus menekankan pentingnya menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan melalui dialog untuk mencapai keberlanjutan di kedua sisi garis biru, dan untuk memastikan kedaulatan dan keamanan bagi Israel dan Lebanon," ujar dia.

Dujarric menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung Israel dan Lebanon dalam mematuhi kewajiban mereka, ketika keduanya meletakkan dasar bagi perdamaian permanen.

Pihak-pihak yang bertikai pun tidak saling baku tembak selama akhir pekan, katanya, mengutip Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

"Rekan-rekan di UNIFIL memberi tahu kami bahwa tidak ada peluncuran proyektil yang terdeteksi di area operasi misi selama akhir pekan," kata Dujarric.

"Namun, pasukan penjaga perdamaian terus mengamati aktivitas darat kinetik IDF (Pasukan Pertahanan Israel) ... serta pelanggaran udara di atas Lebanon,” ujarnya, menambahkan.

Sebelumnya, AS, Israel, dan Lebanon menandatangani perjanjian kerangka kerja tiga pihak tentang penyelesaian konflik bersenjata antara negara-negara Timur Tengah.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Washington.

Pemimpin gerakan pejuang Hizbullah Lebanon, Naim Qassem, mengatakan perjanjian Washington tidak mengikat, menyebutnya sebagai “hilangnya kedaulatan”.

Kesepakatan tersebut mencakup, antara lain ketentuan untuk mempertahankan zona keamanan bagi Israel di Lebanon Selatan dan, menurut pihak Israel, perlucutan senjata total Hizbullah di Lebanon.

Sumber: RIA Novosti/Sputnik