Enzo Maresca menghadapi tantangan besar dan langsung begitu ia resmi menempati kursi pelatih utama di Manchester City, menggantikan sosok legendaris Pep Guardiola.
Berikut adalah sejumlah persoalan utama yang menunggu Maresca saat ia memulai era baru di Etihad Stadium...
Pengaruh Guardiola meresap ke setiap aspek klub, mulai dari filosofi taktik hingga standar budaya internal.
Maresca, yang pernah menjadi asisten Guardiola, dipilih sebagian karena pemahamannya terhadap sistem tersebut, sehingga diharapkan dapat menjaga kesinambungan.
Namun, ia juga harus membentuk identitasnya sendiri. Guardiola sebelumnya sudah mengingatkan bahwa peran penggantinya bukan sekadar "copy-paste". Menghadapi perbandingan yang tak terhindarkan akan menjadi ujian keseimbangan yang rumit.
Maresca tidak bisa sekadar meniru Guardiola (Martin Rickett/PA) (PA Arsip)
Musim panas ini sudah menyaksikan kepergian dua sosok berpengaruh, John Stones dan Bernardo Silva, sementara ketidakpastian mengenai skuad lainnya masih membayangi.
Gelandang Rodri dikaitkan dengan Real Madrid, sementara Jack Grealish kembali dari masa peminjamannya di Everton dan ingin mengetahui perannya di bawah pelatih baru.
Pemain lain seperti Nathan Ake, Mateo Kovacic, Nico Gonzalez, Rico Lewis, dan James Trafford juga akan mencari kejelasan mengenai masa depan mereka di klub.
Sementara direktur sepak bola Hugo Viana tetap mengawasi kebijakan rekrutmen yang sudah mapan di City, Maresca diperkirakan akan memiliki pengaruh besar dalam membentuk skuad sesuai visinya.
Penyegaran yang telah dimulai dalam tiga jendela transfer terakhir akan terus berlanjut, dengan lini tengah diprioritaskan sebagai area yang perlu diperkuat, mengingat lini pertahanan dan serangan sudah memiliki kedalaman yang solid.
Maresca akan bekerja sama dengan Hugo Viana dalam proses perekrutan pemain City (Getty)
Secara realistis, tidak ada yang bisa mengharapkan Maresca langsung meniru pencapaian luar biasa Guardiola dalam waktu singkat.
Namun, pemilihannya yang didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap klub dan metodenya menunjukkan adanya harapan akan transisi yang mulus dan kembalinya City untuk bersaing merebut trofi besar dengan cepat.
Ia harus segera menunjukkan wibawanya dan meyakinkan para pemain serta pendukung yang terbiasa dengan kesuksesan bahwa dirinya adalah pemimpin yang tepat untuk babak baru City.
Salah satu tantangan besar yang terus menghantui Maresca adalah lebih dari 100 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier yang dijatuhkan kepada City lebih dari tiga tahun lalu. Kasus ini yang masih menunggu penyelesaian menciptakan bayang-bayang ketidakpastian, menjadikan situasi klub tidak seideal yang diinginkan oleh manajer baru mana pun. Sebagai wajah publik tim, Maresca harus mampu menavigasi dinamika kompleks ini dengan hati-hati.