BANGKAPOS.COM -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan kebijakan internal untuk mencegah kadernya terlibat dalam praktik yang berpotensi merugikan masyarakat pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui instruksi resmi, partai melarang seluruh kader memanfaatkan program strategis pemerintah tersebut demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga integritas partai sekaligus menghindari potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, mengatakan surat tersebut telah diedarkan kepada seluruh kader.
Baca juga: Markas Besar Amerika Serikat Hancur Digempur Serangan Gabungan Iran - Video
Menurut Komarudin, langkah tersebut diambil sebagai respons atas berbagai isu yang beredar mengenai dugaan keterlibatan kader partai politik dalam pengelolaan maupun distribusi dapur program MBG.
Untuk memastikan informasi tersebut, PDIP juga telah meminta klarifikasi langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas program tersebut.
"Kita baru mengirim surat beberapa minggu lalu kepada Badan Gizi Nasional yang baru, untuk meminta nama-nama orang partai PDI Perjuangan khususnya, atau yang berafiliasi kepada PDI Perjuangan yang disebut selama ini terlibat. Kami minta kirim data resminya," papar Komarudin.
Ia menegaskan partainya tidak akan mengambil tindakan hanya berdasarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Menurutnya, setiap keputusan harus didasarkan pada bukti yang jelas.
"Harus ada bukti dong, masa kita dengar orang ngomong langsung kita bertindak. Siapa yang mau ditindak kalau objeknya tidak jelas. Kalau nanti dari data BGN terbukti ada kader terlibat merugikan rakyat, tentu kita ambil tindakan tegas," jelas Anggota Komisi II DPR RI ini.
Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya mengungkap adanya sejumlah yayasan maupun kader partai politik yang terafiliasi sebagai pengelola dapur atau mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan temuan tersebut, Partai Gerindra tercatat memiliki tujuh yayasan yang terafiliasi, disusul PKS dengan lima yayasan, PAN empat yayasan, serta PDIP dan NasDem yang masing-masing memiliki tiga yayasan atau afiliasi dalam program tersebut.
(Bangkapos.com/Tribunnews)