TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Kulon Progo saat masa libur sekolah diimbau untuk lebih waspada.
Pasalnya momen liburan ini bersamaan dengan musim munculnya ubur-ubur ke permukaan laut dan terdampar ke pesisir.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menyampaikan kemunculan ubur-ubur terdeteksi sejak Sabtu (27/06/2026).
"Saat itu ditemukan satu Ubur-ubur Api atau Ubur-ubur Portugis yang ditemukan mendarat di pesisir," ungkap Aris pada wartawan, Selasa (30/06/2026).
Kemunculan ubur-ubur tersebut pun telah menelan korban satu wisatawan yang tersengat. Untungnya luka yang muncul tidak parah dan bisa langsung mendapatkan penanganan oleh petugas di pantai.
Menurut Aris, kemunculan ubur-ubur lumrah terjadi di musim kemarau. Sebab hewan laut tersebut bermigrasi mencari perairan yang lebih hangat di sisi utara, lantaran di sisi selatan sedang mengalami musim dingin.
"Biasanya ubur-ubur akan bermigrasi di bulan Juli sampai Agustus nanti," jelasnya.
Aris mengatakan banyaknya jumlah ubur-ubur yang terdampar ke daratan juga bergantung pada kekuatan ombak laut serta angin. Jika ombak sedang tinggi dan angin kencang, maka potensi ubur-ubur terdampar lebih besar dan bisa menyengat wisatawan.
Sebab banyak wisatawan yang tidak sengaja menginjak ubur-ubur yang terdampar dan langsung terkena sengatannya. Sengatan ubur-ubur menimbulkan rasa panas disertai nyeri, bahkan sesak napas.
"Sengatannya bisa ditangani secara mandiri, asalkan tidak disiram dengan air tawar karena akan membuat area sengatannya meluas," ujar Aris.
Sebaiknya, luka sengatan dibasuh dengan air laut, perasan air lemon atau cuka 5 persen untuk menonaktifkan racunnya. SRI Wilayah V Kulon Progo pun telah mengerahkan seluruh personel untuk berjaga dan menangani wisatawan yang tersengat.
Aris mengatakan selama 2 hari terakhir tidak terlihat kemunculan ubur-ubur yang terdampar. Namun ia mengimbau wisatawan di pantai selatan Kulon Progo agar waspada terhadap sengatan ubur-ubur. (alx)