TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sebanyak 27 rumah warga di RW 03 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung, mulai dibongkar petugas.
Sekretaris RT 15/RW 03, Maruli, mengatakan, pembongkaran dilakukan setelah warga menerima ganti rugi pembebasan lahan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Sebelum pembongkaran pun warga RW 03 Kelurahan Cawang sudah lebih dulu mengosongkan tempat tinggalnya, mereka mengangkut seluruh barang berharga ke tempat tinggal baru.
"Alhamdulillah pembongkaran berjalan lancar. Warga yang menerima pembayaran ada yang pindah masih di wilayah Jakarta, agar juga ke luar Jakarta," kata Maruli di Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).
Pembongkaran rumah warga yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung ini sudah berjalan sejak tahun 2025 secara bertahap, dan kini sudah mencapai gelombang ketiga.
Pada tahap pertama, sebanyak 15 rumah warga yang sudah menerima pembayaran ganti rugi dibongkar, pada tahap kedua 15 rumah dibongkar, dan pada tahap ketiga ini sebanyak 27 rumah dibongkar.
Proses pembayaran ganti rugi untuk pembebasan bidang rumah warga terdampak normalisasi Kali Ciliwung di wilayah RW 03 Kelurahan Cawang ini masih akan berlanjut.
"Kalau terdampak sih lumayan banyak, Bang. Kurang lebih ya hampir, hampir 100 bidang ada itu. Sekarang sudah setengahnya, Alhamdulillah berjalan lancar semua," ujarnya.
Maruli menuturkan seluruh warga RW 03 Kelurahan Cawang yang rumahnya terdampak menyambut baik proyek normalisasi Kali Ciliwung untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta.
Terlebih Pemprov DKI Jakarta memberikan ganti rugi yang sepadan, sehingga warga terdampak dapat memberi hunian baru yang lebih layak dan tidak terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.
Pasalnya wilayah RW 03 Kelurahan Cawang berdekatan dengan aliran Kali Ciliwung, sehingga kerap terdampak banjir dan bahkan pernah mencapai ketinggian lebih dari 3 meter.
"Ganti rugi bentuk uang. Alhamdulillah lah istilahnya. Ya bahasanya dibilangnya kita ganti untunglah. Karena kita tinggal di sini sudah lama, sudah ini. Alhamdulillah pemerintah peduli," tuturnya.