TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Di tengah sorotan publik terhadap kasus hukum yang menjerat Bupati Suhardiman, Pemerintah Kabupaten Kuansing berupaya menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti.
Namun, lengangnya aktivitas di Kantor Bupati menjadi gambaran nyata bahwa dampak gejolak politik dan hukum mulai terasa di jantung birokrasi daerah.
Suasana Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Rabu (1/7/2026) pagi, tampak jauh berbeda dari hari-hari biasanya.
Pascapenyerahan diri Bupati Suhardiman Amby kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/6/2026) malam, pusat pemerintahan daerah itu terlihat lengang.
Pantauan sekitar pukul 09.00 WIB, tidak tampak aktivitas para pejabat eselon di lingkungan Kantor Bupati.
Area perkantoran yang biasanya dipenuhi lalu lalang pejabat hanya terlihat beberapa aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang menjalankan aktivitas rutin.
Kondisi tersebut memunculkan kesan sepinya denyut birokrasi di tengah badai hukum yang sedang menerpa pucuk pimpinan daerah.
Meski demikian, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing, H Heri Antoni, memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.
Menurutnya, minimnya aktivitas pejabat bukan semata-mata karena situasi pasca-OTT KPK, tetapi juga karena sejumlah pejabat tengah menjalankan tugas kedinasan.
Terlebih saat ini Kuansing sedang melaksanakan MTQ Ke-44 Riau, sehingga ada yang ditugaskan di lokasi perhelatan.
"Sementara Asisten III berada di Pekanbaru untuk menghadiri pelepasan jenazah Kepala Diskominfoss Kuansing, almarhum Doni Aprialdi, yang meninggal dunia kemarin. Sementara Asisten II, Napisman, menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Kuansing," jelas Heri.
Sementara itu, Asisten III Setda Kuansing, Azhar juga menegaskan bahwa pemerintahan tetap berjalan normal.
Ia memastikan Muhklisin masih berada di Kuansing meski tidak terlihat di rumah dinas wakil bupati.
"Pak Wabup masih di Kuansing. Semalam saya berkomunikasi dengan beliau terkait pelepasan jenazah almarhum Pak Doni di Pekanbaru," ujar Azhar.
Dalam komunikasi melalui sambungan telepon itu, Muhklisin meminta Azhar mewakili pemerintah daerah menghadiri prosesi pelepasan jenazah di Pekanbaru.
Sementara dirinya memilih tetap berada di Kuansing untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan.
"Roda pemerintahan harus tetap berjalan seperti biasa. Pelayanan publik harus tetap maksimal," kata Azhar menirukan arahan Wakil Bupati.
(Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)