BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 4,0 di Sigi, Berasal dari Sesar Palolo
Regina Goldie July 01, 2026 03:08 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Rabu (1/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.53 Wita.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu, pusat gempa berada di darat sekitar 35 kilometer timur laut Kabupaten Sigi dengan kedalaman dua kilometer.

Selain gempa magnitudo 4,0, BMKG juga mencatat beberapa gempa beruntun dengan kekuatan antara magnitudo 2 hingga 4,0 di wilayah yang sama.

Guncangan dirasakan masyarakat di Kabupaten Sigi hingga Kota Palu dan sempat membuat warga panik. 

Meski demikian, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami maupun menyebabkan kerusakan.

Baca juga: Aturan Peliputan Sidang Dokter Tifa, Pemeriksaan Saksi Dilarang Live Streaming

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan gempa yang terjadi dini hari dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo.

"Berdasarkan hasil analisis kami, sekitar pukul 03.53 Wita telah terjadi Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang dirasakan di Kabupaten Sigi. Namun berdasarkan analisis kami, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Kelurahan Balaora, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. 

Djati menjelaskan, meski gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026 dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu, aktivitas sesar di wilayah tersebut saling berinteraksi sehingga gempa yang terjadi kali ini berasal dari Sesar Palolo.

"Kalau gempa M6,7 tanggal 16 Juni 2026 dipicu Sesar Sausu. Kenapa sekarang hasil analisisnya Sesar Palolo? Karena setiap sesar itu saling berinteraksi," jelasnya.

Baca juga: Polres Morowali Gelar Pasar Murah Pada Peringatan HUT Polri Ke 80

Menurut Djati, hingga Rabu pagi BMKG telah mencatat sekitar 1.600 gempa susulan sejak gempa utama 16 Juni 2026.

Ia menegaskan kondisi tersebut masih tergolong normal karena gempa berkekuatan besar umumnya diikuti rangkaian gempa susulan.

"Hingga hari ini gempa susulan sejak kejadian tanggal 16 Juni sudah sekitar 1.600 kali. Ini sangat wajar karena setelah terjadi gempa besar biasanya akan diikuti gempa-gempa susulan," katanya.

BMKG juga masih mendeteksi aktivitas gempa mikro, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 3,2 pada Rabu pagi dengan kedalaman tiga kilometer.

Baca juga: 55 Personel Polres Sigi Naik Pangkat, Kapolres: Ini Awal Tanggung Jawab Lebih Besar

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BMKG bersama Pemerintah Kabupaten Sigi akan menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi Non-Tsunami pada akhir Juli 2026.

Selain itu, BMKG juga akan melaksanakan program BMKG Goes to School sebagai bagian dari edukasi dan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya pelajar, agar lebih siap menghadapi ancaman Gempa Bumi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.