Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan transfer langsung Tunjangan Profesi Guru (TPG) berhasil meningkatkan kesejahteraan hingga mutu mengajar guru di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara

Sekretaris Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen Temu Ismail mengatakan TPG bentuk penghargaan pemerintah atas profesionalisme guru, baik ASN maupun non-ASN, dalam menjalankan tugas.

"Tunjangan Profesi Guru merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Kami juga menaruh harapan besar kepada para guru di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan pelosok negeri, untuk terus mengabdi dan menjadi motor pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan," katanya di Jakarta, Rabu.

Hingga Juni, pihaknya mencatat sudah menyalurkan TPG secara keseluruhan kepada 2.796 guru (Rp 33,6 miliar) di Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan jumlah penerima di Kabupaten Wakatobi 821 guru (Rp 9,8 miliar).

Salah satu guru yang merasakan manfaat transfer langsung TPG tersebut, Tino ,guru mata pelajaran informatika SMP Swasta Maritim Mola, Kabupaten Wakatobi yang merasa lebih tenang dalam menjalankan tugas sebagai pendidik sejak menerima TPG.

“TPG sangat penting karena membantu kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran, termasuk kebutuhan internet dan media belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan penyaluran TPG yang kini dilakukan secara langsung ke rekening guru setiap bulan turut memberikan kepastian sehingga para guru dapat lebih fokus menjalankan tugas.

“Sekarang penyalurannya sudah lancar setiap bulan langsung ke rekening. Guru jadi bisa lebih fokus mengajar karena kebutuhan dasar lebih terjamin,” katanya.

Ia mengakui peningkatan kesejahteraan melalui TPG tidak berhenti pada aspek ekonomi semata karena sebagian dana yang diterima juga dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar, mulai dari penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, hingga membantu berbagai kebutuhan peserta didik di kelas.

Oleh karena itu, Tino juga berharap, peningkatan kesejahteraan guru melalui TPG dapat terus diiringi dengan penguatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan.

“Harapan saya, pelatihan untuk guru terus dilakukan supaya kemampuan kami juga terus berkembang. Dengan begitu, mutu pendidikan di daerah seperti Mola Bahari dapat semakin meningkat,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, guru Geografi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi Gita Novalista mengatakan TPG bukan sekadar tambahan penghasilan karena kehadiran tunjangan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru yang selama ini tetap bertahan mengajar di sekolah swasta wilayah pesisir.

“Adanya TPG membuat kami semakin termotivasi. Sebelumnya tanpa TPG pun kami tetap semangat mengajar, tetapi sekarang kami merasa lebih dihargai sehingga semangat itu semakin besar,” kata dia.