JANGAN LEWATKAN MOMEN PIALA DUNIA
Manuel Neuer menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusannya kembali memperkuat tim nasional Jerman, meski harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia secara mengejutkan setelah kalah dari Paraguay.
Penjaga gawang legendaris itu memutuskan untuk kembali dari masa pensiun internasional demi satu turnamen terakhir, namun harus melihat Die Mannschaft terhenti di babak 32 besar setelah kalah melalui adu penalti 4-3 dari Paraguay. Kekalahan tersebut menjadi akhir kedua bagi karier internasionalnya bersama tim nasional Jerman.
Perpisahan internasional yang manis sekaligus pahit
Neuer secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional untuk kedua kalinya, menandai berakhirnya perjalanan panjangnya bersama timnas Jerman. Kapten Bayern München berusia 40 tahun itu sebelumnya telah mundur setelah Euro 2024, namun ia memutuskan untuk kembali tampil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Utara setelah Marc-André ter Stegen dipastikan absen karena cedera.
Namun, kisah comeback yang diharapkan menjadi dongeng indah itu tak terwujud. Jerman harus angkat koper lebih awal setelah kalah di babak 32 besar melalui adu penalti melawan Paraguay. Meski hasilnya mengecewakan, Neuer tetap merasa bangga dapat mengenakan seragam negaranya sekali lagi dan membela tim juara dunia empat kali tersebut di panggung terbesar sepak bola dunia.
Neuer menanggapi kekecewaan di Piala Dunia
Melalui media sosial, Neuer mengonfirmasi keputusannya untuk mengakhiri karier internasionalnya dan tidak menyembunyikan kekecewaannya atas performa Jerman di turnamen tersebut. Penjaga gawang veteran itu mengakui bahwa tim gagal memenuhi standar tinggi yang diharapkan, melanjutkan tren buruk Jerman di Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir. Setelah memenangkan trofi bersama Neuer pada 2014, Jerman tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022, dan kini kembali gagal di babak 32 besar di bawah asuhan Julian Nagelsmann meskipun memiliki skuad bertalenta.
Neuer menulis di Instagram: "Selalu menjadi kehormatan! Tersingkir lebih awal dari Piala Dunia ini sangat mengecewakan. Kami jelas tampil di bawah ekspektasi dan seharusnya bisa melangkah lebih jauh dalam turnamen ini. Akhir seperti ini sangat menyakitkan. Saya membuat keputusan dengan sadar untuk bermain sekali lagi bagi Jerman. Pertama, karena mengenakan jersey tim nasional selalu membuat saya merasa sangat bangga."
Ketahanan mental dan kepemimpinan veteran
Keputusan untuk kembali bermain di usia 40 tahun didorong oleh keinginannya membantu generasi muda pemain Jerman beradaptasi di level tertinggi. Neuer merasa bahwa pengalamannya selama empat siklus Piala Dunia sebelumnya akan menjadi aset berharga bagi para pemain muda, meskipun ia tak lagi menunjukkan keajaiban seperti masa jayanya. Kiper kawakan ini kesulitan tampil konsisten sepanjang turnamen, tidak mampu mencatat satu pun clean sheet; ia kebobolan dalam kemenangan 7-1 atas Curaçao dan kemenangan 2-1 melawan Pantai Gading, kemudian disalahkan atas gol penentu dalam kekalahan 2-1 dari Ekuador, dan kembali kebobolan dalam hasil imbang 1-1 melawan Paraguay sebelum akhirnya kalah lewat adu penalti.
"Kedua, karena pada usia 40 tahun dan dengan pengalaman empat kali tampil di Piala Dunia, saya ingin mendukung para pemain muda, baik di dalam maupun di luar lapangan, serta membantu kemajuan sepak bola Jerman," jelas Neuer. "Meski akhirnya pahit, saya tidak menyesali keputusan ini sedikit pun. Kekecewaan saya sulit diungkapkan dengan kata-kata, tetapi saya merasa sangat bersyukur. Terima kasih atas dukungan kalian selama bertahun-tahun dan selama turnamen ini."
Akhir dari karier internasional yang legendaris
Pensiunnya Neuer menandai akhir dari sebuah era dalam sepak bola Jerman, karena ia merupakan salah satu pemain terakhir dari skuad juara dunia 2014 yang masih aktif. Ia resmi menutup karier internasionalnya dengan torehan 128 caps untuk Jerman, termasuk 23 penampilan di Piala Dunia sejak debutnya pada 2010 ketika Die Mannschaft finis di posisi ketiga. Dalam seluruh penampilannya di Piala Dunia, kiper ikonik ini kebobolan 21 gol dan mencatat tujuh clean sheet.