Modus Licik Taufik Hidayat di Hotel: Sita HP Korban, Jok Berisi Banyak KTP
Ravianto July 02, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Fakta baru kembali terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) yang dilakukan Taufik Hidayat (30).

Setelah sebelumnya seorang karyawan Hotel D' Java Residence, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang mengungkap Taufik pernah membawa kabur telepon genggam teman kencannya di hotel tersebut. 

Kini pemilik Hotel D'Java Residence turut membeberkan kronologi yang disampaikan langsung oleh korban.

Pemilik Hotel, Sany Ferdiyansyah, mengatakan korban pertama kali melapor kepada petugas receptionist sesaat setelah menyadari telepon genggamnya dibawa kabur oleh pria yang baru dikenalnya.

"Pertama kehilangan, korban langsung menghubungi pihak kami. Saya tanya, 'Teteh kenapa?' Dia jawab, 'Handphone saya dibawa kabur sama pasangan saya'," kata Sany saat ditemui Tribun Jabar.id, di Jatinangor, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sany, korban kemudian menceritakan bahwa dirinya baru mengenal pelaku sekitar dua hari sebelum kejadian.

Baca juga: Kecewa Dititipi Pelaku Penyekapan YTR, Rahmat Sindir Mantan Bos Taufik: Dia Tidak Menghargai Saya

Setelah itu, korban diajak bertemu dan menginap di hotel yang berlokasi di depan Kampus IKOPIN University itu. 

Sebelum masuk ke kamar, pelaku diduga meminta korban menyimpan telepon genggamnya di bagasi sepeda motor dengan alasan tidak diperbolehkan membawa ponsel ke dalam kamar.

"Korban cerita, sebelum masuk kamar handphone disuruh simpan di bagasi motor (Taufik) dengan alasan tidak boleh bawa handphone. Setelah dibuka, ternyata di dalam bagasi sudah ada banyak KTP. Pelaku kemudian mengambil salah satu KTP dari dalam jok motor untuk keperluan check-in," ujar Sany. 

Usai proses administrasi selesai dan pasangan tersebut diantar ke kamar oleh petugas, pelaku beberapa kali keluar masuk kamar dengan berbagai alasan.

Menurut Sany, berdasarkan rekaman CCTV, pelaku sempat keluar untuk mencari minuman, kemudian kembali lagi, lalu keluar lagi dengan alasan membeli kopi.

Tak lama kemudian, pelaku kembali keluar sambil membawa helm dan menaruhnya di sepeda motor. Setelah kembali ke kamar, ia kembali turun dan sempat terlibat percakapan dengan karyawan penginapan.

"Sempat bilang ke karyawan, 'Saudara saya di Polda loh bos, apa mau saya telepon'," ujar Sany menirukan ucapan Taufik. 

Dari rekaman CCTV, kata Sany, pada kali keempat keluar dari kamar, Taufik langsung menuju area parkir dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi D 4417 YDH, sementara korban masih berada di dalam kamar.

"Saya penasaran lihat CCTV. Memang betul seperti itu. Pada saat keempat kalinya keluar dari kamar, dia langsung ke parkiran lalu kabur menggunakan motornya," katanya.

Mengetahui adanya dugaan pencurian, Sani kemudian memperlihatkan rekaman CCTV kepada korban dan menyarankan agar peristiwa tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Rekaman CCTV itu pun tetap disimpan oleh pihak penginapan. Setelah kasus penyekapan YTR viral, Sany kembali menelusuri rekaman tersebut dan menemukan kecocokan antara wajah pelaku maupun sepeda motor yang digunakan dengan barang bukti yang kemudian diamankan kepolisian.

"Kemarin saya kulik lagi rekaman CCTV. Ternyata ada kecocokan, termasuk motor yang dibawa dengan yang disita polisi. Baru kami yakin itu memang Taufik," ujarnya.

Sebelumnya, karyawan Hotel D' Java Residence bernama Alam Firmansah juga mengungkapkan bahwa setelah kasus penyekapan YTR mencuat, pihak penginapan mencocokkan rekaman CCTV dengan foto pelaku yang beredar dan memastikan pria tersebut adalah Taufik Hidayat.

Dalam keterangannya, Alam menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu malam (4/3/2026). Saat itu, seorang perempuan melaporkan kehilangan telepon genggam yang diduga dibawa kabur oleh Taufik setelah keduanya menginap bersama di hotel tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.