TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memarkir posisinya di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026).
Performa apik pasar modal Indonesia ini didorong oleh aksi beli bersih investor yang menyasar sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) serta pergerakan positif mayoritas indeks sektoral dan saham syariah sepanjang hari.
Berdasarkan data perdagangan akhir, IHSG atau Composite Index ditutup menguat sebesar 49,44 poin atau setara dengan 0,87 persen ke level 5.744,56.
Sepanjang hari, pergerakan indeks komposit secara konsisten menunjukkan tren menanjak sejak pembukaan pagi hari hingga akhirnya stabil di zona apresiasi menjelang sore hari.
Penguatan ini juga diikuti oleh Indeks LQ45 yang berisi saham-saham dengan likuiditas tinggi, di mana indeks tersebut melonjak 1,57 persen atau bertambah 8,75 poin ke posisi 565,49.
Baca juga: IHSG Buka Bulan Juli 2026 dengan Penguatan Tipis 0,92 Persen ke Level 5.695
Tidak ketinggalan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut membukukan performa positif dengan kenaikan 0,43 persen ke level 199,33.
Secara keseluruhan, kondisi pasar terlihat sangat bergairah dengan dominasi saham yang bergerak naik mencapai 579 emiten, sementara 356 emiten mengalami pelemahan.
Aktivitas transaksi di bursa pun tergolong sangat padat, di mana volume perdagangan mencatatkan angka hingga 20,62 miliar lembar saham.
Total nilai transaksi agregat di seluruh pasar menyentuh Rp 11,13 triliun dengan frekuensi perdagangan yang menembus 1,52 juta kali transaksi.
Penguatan ini juga meluas ke indeks acuan lain seperti IDX30 yang naik signifikan sebesar 1,87 persen ke posisi 321,46, serta IDX80 yang terapresiasi 1,62 persen ke level 84,78.
Antusiasme para pelaku pasar modal terlihat jelas pada deretan saham teraktif yang mencatatkan nilai transaksi fantastis.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menduduki peringkat pertama sebagai saham paling diburu dengan nilai transaksi mencapai Rp 988,59 miliar dari volume perdagangan sebesar 366,33 juta lembar saham, di mana harga BBRI bertengger di level Rp 2.690 per lembar.
Posisi kedua ditempati oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 841,03 miliar untuk 145,05 juta lembar saham, ditutup pada tingkat harga Rp 5.800 per lembar.
Selain sektor perbankan, emiten di sektor petrokimia dan energi juga tidak kalah agresif.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai transaksi Rp 770,47 miliar dengan volume perdagangan sebesar 436,35 juta lembar saham dan berakhir di harga Rp 1.770.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan aktivitas jumbo senilai Rp 713,09 miliar pada harga Rp 3.900 per lembar saham.
Menyusul di belakangnya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai transaksi Rp 592,23 miliar pada harga Rp 1.500.
Sementara itu, saham sejuta umat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan volume perdagangan paling masif mencapai 2,57 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 353,80 miliar pada harga Rp 135 per lembar, disusul erat oleh anak usahanya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp 297,07 miliar di harga Rp 484.
Baca juga: Bisakah AI Membantu Investor Pasar Modal Menganalisa Tren Saham? Begini Penjelasan Sekuritas
Di sisi lain, panggung perdagangan hari ini juga diwarnai oleh lonjakan harga yang luar biasa dari beberapa emiten yang berhasil masuk ke dalam jajaran pencetak keuntungan tertinggi (top gainers).
Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (COCO) memimpin lonjakan persentase tertinggi dengan kenaikan fantastis sebesar 34,88 persen setelah mengalami perubahan harga sebesar 60 poin, dengan volume perdagangan mencapai 169,24 juta lembar saham.
Kenaikan signifikan ini disusul oleh saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang melesat 25 persen atau naik 40 poin dengan total volume perdagangan sebesar 149,38 juta lembar.
Tren kenaikan menyentuh batas maksimal ini juga dirasakan oleh saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang melonjak 25 persen dengan perubahan harga sebesar 116 poin, serta saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang juga menguat 25 persen dengan kenaikan 109 poin.
Emiten lain yang turut membukukan keuntungan besar di antaranya adalah PT RMK Logistics Tbk (RMKO) yang naik sebesar 24,8 persen, disusul oleh PT Puri Sentul Perdana Tbk (KDTN) dengan apresiasi sebesar 22,95 persen, dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang melaju naik sebesar 16,81 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
(Tribunnews.com/Bobby)