TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu keluarga di Kota Kotamobagu Sulawesi Utara dalam rangka puncak peringatan HUT ke 80 Bhayangkara, menerima piala pemenang karena menyapu bersih juara lomba menembak jarak 25 meter di lapangan Boki Hontinimbang Rabu (01/07/2026) kemarin.
Chandra Irawan Paputungan bersama istri dan anaknya sukses meraih juara satu, dua dan ketiga.
Sang istri Siska Veronika Langi meraih peringkat pertama, Chandra Paputungan peringkat kedua dan sang anak Chantiqa Kimberly Paputungan di urutan ketiga.
Prestasi ini tentu membuat keluarga ini sangat bahagia.
Kepada Tribun Manado, Chandra yang juga sebagai suami dari Siska dan ayah Chantiqa menuturkan hasil ini karena tekad dan persiapan yang matang.
Chandra mengaku bahwa dikeluarganya tidak ada keturunan dari anggota polisi ataupun TNI.
"Saya dan istri tidak ada keturunan dari polisi dan tentara kami hanya latihan yang giat dan selalu belajar dari pengalaman," ucapnya Kamis (02/07/2026) di kediamannya di desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Dirinya mengaku, sebelum istri dan anaknya ikut dalam keluarganya dirinya yang pertama ikut latihan menembak.
"Saya yang pertama ikut, karena saya suka berburu," singkatnya.
Dari hobinya ini Chandra akhirnya mencoba masuk dalam sebuah organisasi menembak yang ada di Kotamobagu.
"Saya masuk dan bergabung dengan klub Kinalang SC yang diketuai pak Al Malik Mokoginta," ucapnya.
Dari sinilah Chandra berlatih menembak hingga satu waktu anak dan istrinya juga ingin belajar menembak.
"Awalnya anak istri hanya melihat-lihat terus coba-coba hingga akhirnya di perkenalkan lah tentang lomba,aturan di dalam rumah seperti apa yang saya pelajari di klub menembak dan akhirnya keduanya ketagihan mau ikut belajar menembak," tambahnya.
Saat mengetahui hasil lomba ini, dirinya merasa bangga karena banyak cerita sejak awal dirinya pertama ikut hingga harus membujuk sang anak agar tak patah semangat beberapa kali karena peralatan yang trouble dan batal naik podium.
"Sebelum mengikuti lomba ini saya istri dan anak saya sangat memperhatikan unit yang akan kita pakai, selain itu latihan juga kita fokuskan serta kemauan belajar yang kuat juga dari pengalama,dan yang paling utama adaptasi dengan cuaca," jelasnya.
Intinya Chandra mengaku sangat bahagia, dirinya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada klub yang selama ini menjadi tempat dia latihan.
"Di klub menembak ini selain dapat belajar, banyak pengalaman tentang senapan, disini juga kami bertiga banyak mengenal teman-teman sesama penghobi dr luar,dan kekeluargaannya sangat terasa, walau di pertandingan kita musuh tapi setelah usai kita jadi seperti saudara," jelasnya.
Chandra berharap kedepan olahraga menembak ini bisa lebih berkembang khususnya di Kotamobagu sendiri.
"Harapannya kedepan semakin banyak atlet-atlet menembak berprestasi yang akan lahir di Kotamobagu," tandasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini