Musim kemarau 2026 telah tiba. Pada sepanjang musim kemarau ini, detikers dapat merasakan cuaca yang cukup panas dan terik. Apakah artinya sudah memasuki puncak kemarau?
Data dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada rilis Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia disajikan data perkiraan tentang musim kemarau 2026 di beberapa wilayah Indonesia.
Beberapa wilayah seperti Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian timur, dan Sulawesi diprediksi memiliki durasi kemarau yang lebih pendek atau sama dengan tahun normal (1991-2020).
Sedangkan wilayah lainnya diprediksi mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan normalnya seperti Pulau Jawa. Namun, di Pulau Jawa bagian timur diperkirakan durasi musim kemaraunya lebih pendek atau sama.
Agustus Jadi Puncak Kemarau di Sebagian Besar RI
Adapun puncak kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia menurut BMKG terjadi pada Agustus 2026. Akan ada sebanyak 61,4% wilayah atau 429 zona musim (ZOM) yang mengalaminya.
Kemudian, wilayah lainnya sebesar 12,6% mengalaminya pada Juli dan 14,3% wilayah lainnya pada September. Bagaimana kondisi saat puncak kemarau?
Kondisi Kemarau 2026 di Beberapa Wilayah
Pada puncak kemarau di Agustus 2026, diperkirakan akan meluas secara signifikan. Beberapa wilayah akan mengalami kondisi kering.
Seperti di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku serta Pulau Papua.
Beberapa wilayah lainnya juga berpotensi masih mengalami musim kemarau pada September. Mulai dari sebagian kecil Pulau Jawa, sebagain besar Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua.
Meski demikian, secara umum BMKG menyebut bahwa sifat kemarau tahun ini di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi di 64,5% atau 451 ZOM.
Sementara itu, sebanyak 35,1% wilayah atau 245 ZOM bersifat normal dan 0,4% atau 3 ZOM bersifat di atas normal atau lebih basah.





