Pandawa Warung Kopi Dibuka di Sydney, saat Rindu Jadi Rasa dan Tiap Tegukan adalah Perjalanan Pulang
Irwan Wahyu Kintoko July 03, 2026 06:19 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di lantai dasar gedung ikonik Wesley Mission, 220 Pitt Street, CBD Sydney, Australia, sebuah aroma menyeruak.

Bukan aroma kopi biasa, ini adalah aroma revolusi, sekaligus aroma kebanggaan.

Aroma Indonesia yang akhirnya mengklaim tempatnya di jantung kota paling kosmopolitan di Australia Selatan. 

Pandawa Warung Kopi Halal resmi dibuka.

Baca juga: Cerita Acha Septriasa Rela Bolak-balik Jakarta-Sydney untuk Bekerja dan Demi Anak

Bukan dengan gunting pita biasa, tetapi kehadiran tiga pilar kenegaraan: Prof Dr KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden RI; Dr Siswo Pramono, Duta Besar RI untuk Australia; dan Pendekar Leonard Sondakh, Konsul Jenderal RI untuk NSW.

Ketika kiai, diplomat, dan seorang pendekar bersatu di sebuah warung kopi, Anda tahu bahwa ini bukan sekadar bisnis kuliner, ini adalah misi. 

Siapa yang berani membawa Indonesia ke meja dunia? Tiga nama yang kini wajib Anda ingat: Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang. 

Baca juga: Restoran Pandawa Hadir untuk Warga Dunia, Nikmati Surga Kuliner Halal Indonesia di Sydney Australia

Mereka membuat nasi bungkus yang tadinya makanan sederhana menjadi ikon kuliner yang dikejar foodies dari seluruh penjuru kota.

SMH Good Food menyebutnya 'hidden CBD spot' yang menyajikan 30 varian rasa dalam kemasan daun pisang yang menggugah selera. 

Kini, setelah menaklukkan lidah Sydney dengan nasi bungkus, mereka melanjutkan ekspansi: dari perut, ke hati, melalui secangkir kopi. 

Dari Nusantara untuk Dunia 

Mari kita jujur, banyak kedai kopi di Sydney. Tapi berapa yang benar-benar membawa jiwa Indonesia dalam setiap tegukan? 

Pandawa tidak main-main, mereka menyajikan kopi Arabika spesial pilihan yang dibawa langsung dari Indonesia, tanah yang telah memproduksi kopi sejak abad ke-17, ketika Belanda memperkenalkan biji kopi Yaman ke Jawa.

Kopi Indonesia terkenal dengan metode giling basah yang menghasilkan profil rasa unik: body kental, asam rendah, dan nuansa earthy yang mendalam, cedar, dark chocolate, dan jejak hutan tropis yang tak bisa ditiru. 

Ini bukan kopi yang Anda minum sambil menunggu meeting, ini kopi yang memaksa Anda berhenti.

Menghirup, menutup mata, dan merasa, entah kenapa, sedikit lebih dekat dengan rumah. 

Pie Rendang dan Nostalgia 

Tapi Pandawa tahu: kopi sendiri tidak cukup, rindu itu kompleks, rindu butuh pasangan. 

Masukkan pie rendang, Anda tidak salah baca.

Daging sapi yang direndam dalam santan dan rempah selama berjam-jam, kini bersemayam dalam kulit pastry renyah.

Ada lemper yang lengket sempurna, kroket yang meletus keju di mulut, pastel tutup yang mengingatkan pada Minggu pagi di rumah nenek, dan aneka gorengan yang membuat Anda lupa diet dan segala resolusi tahun baru. 

"Setiap konsumen kita dapat dimanjakan dengan menikmati lengkap, mulai restoran Pandawa yang menyajikan aneka macam makanan, sajian pencuci mulut, juga aneka pilihan makanan ringan tradisional khas Indonesia," ujar Antonius Auwyang, dengan percaya diri, orang-orang yang sedang membangun warisan, bukan sekadar bisnis. 

Kuliner Diplomasi 

Kehadiran KH Ma'ruf Amin bukan sekadar formalitas protokoler.

Ini adalah pengakuan tertinggi bahwa makanan dan minuman merupakan senjata diplomasi paling ampuh yang dimiliki Indonesia. 

"Saya turut senang dapat meresmikan warung kopi Halal Pandawa di kota Sydney, Australia, di mana Indonesia terkenal kaya akan rempah-rempahnya," katanya.

"Hal utama yang paling mudah untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia adalah makanan dan minuman, oleh karena itu, sangat tepat Pandawa Cafe hadir di Sydney, Australia, untuk memperkenalkan kebesaran negara kita," lanjutnya.

Siswo Pramono, yang sehari-hari berurusan dengan dokumen diplomatik dan perundingan bilateral, menambahkan nada yang jauh lebih personal.

 "Hadirnya warung kopi dan makanan ringan Indonesia yang ditawarkan di Pandawa mengobati rindu akan kenikmatan warung kopi Indonesia di negara Australia," kata Siswo.

Mengobati rindu, dua kata yang jarang digunakan dalam pidato diplomatik, tapi itulah yang dilakukan Pandawa. 

Lily Tenacious Wijono menyatukan semuanya dengan elegansi praktis, "Sajian aneka snack tradisional di warung kopi Halal Pandawa, serta kopi Arabika pilihan yang kami bawa langsung dari Indonesia, kini mudah ditemukan di Pandawa Sydney, Australia." 

Baru Awal 

Tidak ada kata 'selesai' dalam kosakata mereka, hanya 'selanjutnya'. 

Pembukaan Pandawa Warung Kopi bukan tujuan akhir, ini adalah deklarasi, bahwa Indonesia tidak hanya pantas duduk di meja dunia, Indonesia pantas menyajikan menunya.

Bahwa rindu bisa diobati dengan secangkir kopi yang tepat dan sepotong pie rendang yang hangat.

Dan tiga pengusaha dari Indonesia, dengan dukungan tiga pejabat negara, baru saja membuktikan bahwa mimpi besar tidak mengenal batas geografis. 

Datanglah ke 220 Pitt Street. Rasakanlah. Biarkan lidah Anda pulang ke Indonesia, meski hanya untuk sementara.

Karena di Pandawa, setiap tegukan adalah perjalanan pulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.