Kekeringan Terjadi di Berbagai Wilayah, BNPB Minta Masyarakat Hemat Air
Choirul Arifin July 04, 2026 11:22 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena kekeringan muncul di sejumlah wilayah Indonesia seiring dengan tibanya musim kemarau. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kekeringan antara lain terjadi di Ciamis, Jawa Barat

“Kekeringan berdampak pada 123 kepala keluarga atau 310 jiwa,” ujar Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Sabtu, (4/7/2026).

Ia mengatakan wilayah terdampak berada di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. BPBD Kabupaten Ciamis telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak satu tangki atau 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Kekeringan juga dirasakan oleh sejumlah warga Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Bencana ini berdampak pada 376 kepala keluarga atau 1.179 jiwa.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kedungjambal di Kecamatan Tawangsari, Desa Kunden di Kecamatan Bulu, serta Desa Weru di Kecamatan Weru.

“Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sukoharjo telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak sembilan tangki atau 45.000 liter kepada masyarakat terdampak,” tuturnya.

Selain kejadian baru, BNPB juga memantau perkembangan kejadian kekeringan di sejumlah wilayah lainnya. Di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 457 kepala keluarga terdampak kekeringan yang tersebar di Kecamatan Wirosari, Toroh, Kedungjati, Purwodadi, dan Geyer.

Di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada sedikitnya 714 kepala keluarga yang tersebar di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari.

Baca juga: BNPB Catat Kekeringan Landa 4 Daerah, 85 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga

Sementara itu, di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 114 kepala keluarga atau 439 jiwa terdampak kekeringan. BPBD Kabupaten Purbalingga telah menyalurkan bantuan air bersih masing-masing sebanyak 10.000 liter ke Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Kutareja.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau dengan potensi penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara.

Baca juga: Bogor dan Klaten Dilanda Kekeringan: Warga Kesulitan Air Bersih

Ia meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, serta melakukan pemantauan ketersediaan sumber air.

“BNPB juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.