TRIBUNSTYLE.COM - Di balik riuhnya jalanan dan kerasnya hidup, senyuman tulus seorang anak terkadang mampu mengetuk hati jutaan orang. Itulah yang dialami oleh Noviana Miftahul Jannah, bocah berusia 12 tahun asal Bojonggede, Bogor. Aksi ngamennya yang penuh keceriaan bersama sang ibu dan adiknya yang masih balita sempat viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.
Kini, garis takdir keluarga kecil ini mulai berubah. Bantuan terus mengalir deras untuk mereka, terutama dari pihak pemerintah termasuk Bupati Bogor hingga Kapolres Metro Depok. Berkat uluran tangan tersebut, keluarga Noviana kini bersiap untuk banting setir dan meninggalkan kerasnya jalanan demi kehidupan yang lebih layak.
Siti Uswatun Khasanah (27), sang ibu, mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga. Bantuan yang mereka terima tidak akan dihambur-hamburkan begitu saja, melainkan akan dimaksimalkan sebagai modal untuk membuka usaha kuliner penyetan dan lauk matang di sebuah ruko pinggir jalan.
"Karena masa-masa ini pun kan gak keulang lagi gitu kan. Alhamdulillah buat simpenan juga. Siapa tahu usahanya maju ya kan," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Langkah besar untuk beralih profesi ini diambil Siti bukan tanpa alasan. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia mengaku kerap didera rasa bersalah setiap kali harus membawa anak-anaknya yang masih kecil untuk mengais rezeki di jalanan dengan penghasilan yang tidak menentu.
"Orang tua mana yang mau kemana-mana ngebawa anak. Dia harus panas kepanasan, hujan kehujanan. Belum lagi Kalau lagi sepi, kadang buat makan aja, orang tua mana yang mau kayak gitu," katanya dengan nada lirih.
Baca juga: Kabar Terbaru Novi Listiani, Petani Muda Asal Boyolali Jateng, Dulu Viral Karena Mantan Pedangdut
Cerita haru ini bermula saat sebuah video singkat beredar luas di jagat maya. Dalam video tersebut, Noviana tampak begitu ceria menyanyikan sebuah lagu di sebuah rumah makan padang di kawasan Depok sambil menggendong adiknya yang baru berusia 2 tahun, Arvina Agustin. Di belakang mereka, sang ibu dengan setia mengiringi menggunakan petikan gitar.
Di balik senyum ceria yang mereka pamerkan di depan pengunjung, rupanya ada perjuangan berat yang sedang disembunyikan. Saat itu, mereka harus berjuang lebih keras karena sang ayah sedang terkulai lemas di rumah akibat sakit lambung yang tak kunjung sembuh.
Siti menceritakan, suaminya kerap mengalami demam tinggi setiap dini hari selama hampir sepekan. "Aku mikirnya dia tipes karena dia biasa panas kan jam 2 pagi, jam 3 kalau tipes nih, cuma dia udah minum nih aku beli obat warung, sembuh, paginya dia panas lagi, entar didiemin lagi ilang, tapi abis itu panas lagi, itu hampir seminggu," kenangnya, Jumat (3/7/2026).
Malam saat video itu direkam sebenarnya berjalan seperti malam-malam biasa bagi mereka. Keluarga kecil ini menyambangi tenda demi tenda dan ruko demi ruko, hingga akhirnya tiba di warung padang yang menjadi titik pemberhentian terakhir mereka sebelum pulang ke Desa Pabuaran, Bojonggede.
"Jadi kalau di warung padang itu titik terakhir. Titik terakhir aku jalan, arah pulang. Karena memang ada isinya ya udah aku ngamenin," tutur Siti.
Saat itulah, seorang pengunjung yang tersentuh melihat ketabahan mereka meminta izin untuk merekam. Sang pengunjung juga memberikan uang tambahan yang langsung Siti gunakan untuk membeli obat sang suami keesokan harinya.
Baca juga: Tak Diberi Uang, Tiga Pengamen Remaja di Bekasi Nekat Bakar Pagar Rumah Warga, Berujung Damai
"Megang duit Rp40 ribu kalau gak salah. Itu ya dibilang kurang ya kurang karna harus beli obat ayahnya kan, pas masuk warung padang itu alhamdulillah si ibu yang punya video ini dia ngasih uang Rp50 ribu. Aku beliin obat buat ayahnya besoknya itu, aku beli harga Rp40 ribu," tambahnya.
Siti sendiri mengaku sama sekali tidak menyangka jika aksi spontan malam itu akan mengubah jalan hidup keluarganya. Ia baru menyadari dirinya viral setelah diberi tahu oleh para tetangga keesokan harinya.
"Sama sekali nggak nyangka, pas awal viral emang tahunya dikasih tahu tetangga, emang sering banyak juga yang videoin jadi kayak apa ya, yaudah lah kan biarin aja gitu kan," pungkasnya.
Kini, lembaran baru siap dibuka oleh Siti, Noviana, dan keluarga. Jalanan malam yang dingin akan segera berganti dengan hangatnya ruko usaha baru, tempat di mana masa depan anak-anak mereka bisa dirajut dengan lebih layak.
(TribunStyle.com/TribunBogor.com/Muamarrudin Irfani)