Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Bogor
TribunGayo.com, BOGOR - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan tiga pesan penting kepada para santri dalam Wisuda Akbar Angkatan Ke-10 Pesantren Rumah Quran Umar Bin Khattab Bogor, yang digelar di Gedung Boas Centre Bogor, Sabtu (5/7/2026).
Pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh cendikiawan dan ulama asal Pintu Rime Gayo Bener Meriah, Provinsi Aceh, KH Hanafi Usman, MPd I.
Pimpinan Pesantren KH Hanafi Usman, menyampaikan bahwa pada wisuda angkatan ke-10 ini sebanyak 41 santri diwisuda.
Terdiri atas 37 lulusan program pendidikan dan empat santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz.
KH Hanafi Usman juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh lulusan tahun ini berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, untuk melanjutkan pendidikan jenjang S-1.
Beberapa di antaranya diterima di perguruan tinggi di Mesir, Libya, serta sejumlah kampus di Indonesia.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dalam sambutannya mengajak para wisudawan untuk terus menuntut ilmu sepanjang hayat.
Menurutnya, semakin seseorang belajar, semakin ia menyadari luasnya ilmu yang belum dikuasai.
"Jangan pernah berhenti belajar. Lanjutkan pendidikan hingga S-1, S-2, doktor, bahkan profesor.
Saat menjadi wali kota saya terus belajar, dan saat menjadi wakil menteri pun saya masih terus belajar," ujarnya.
Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya menyeimbangkan ilmu dengan adab.
Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak tidak akan menghadirkan keberkahan.
"Banyak orang cerdas dan jenius, tetapi tanpa adab. Sebaliknya, ada yang pendidikannya sederhana namun memiliki adab yang tinggi.
Mereka akan menjadi pemenang karena keberkahan hidup lahir dari ilmu yang disertai akhlak," katanya.
Pesan ketiga adalah pentingnya menghormati dan mendoakan orang tua.
Bima menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa doa dan restu orang tua.
"Tidak ada orang yang sukses karena durhaka kepada orang tua. Hormati mereka yang masih ada, dan doakan mereka yang telah berpulang," pesannya.
Selain prosesi wisuda, acara juga diisi dengan ceramah keagamaan serta pertunjukan seni budaya.
Sebanyak 23 santri menampilkan Tari Saman, sementara para santri putri membawakan Tari Ratoh Jaroe yang mendapat apresiasi meriah dari para hadirin.
Tari Saman dilatih oleh tim dari Duta Saman Institute (DSI) pimpinan Aminnulah Adnan.
"Alhamdulillah dalam waktu dua minggu para santri berhasil memberi penampilan yang sangat baik, " Kata Amin yng baru kembali dari Busan Korea Selatan.
Wisuda Akbar Angkatan Ke-10 Pesantren Rumah Quran Umar Bin Khattab berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, disaksikan para wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. (*)
Baca juga: Pesantren Modern Al-Manar Bener Meriah Wisuda 49 Santri, Empat Raih Predikat Mumtaz
Baca juga: Universitas Gajah Putih Takengon Wisuda 248 Mahasiswa, Ini Pesan Rektor dan Bupati