Ustadz Abdul Somad Diadang Sekelompok Massa Saat Tiba di Kubar, Apa Pemicunya? Ini Penjelasan Polisi
Murhan July 05, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Telah viral di media sosial, postingan video yang memperlihatkan dugaan penghadangan oleh sekelompok massa terhadap rombongan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) saat tiba di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (3/7/2026).

Pada potongan video yang beredar, sejumlah orang tampak berusaha mendekati dan mencegat iring-iringan kendaraan rombongan UAS yang baru saja mendarat untuk menggelar safari dakwah.

Bahkan, dalam video itu, ketegangan sempat terlihat di area Bandara Melalan, Sendawar, Kutai Barat.

Ada yang sampai menaiki atap mobil yang membawa rombongan UAS tersebut.

Sejumlah personel kepolisian bersama jajaran TNI tampak sigap membuat barikade demi menghalau massa agar tidak mendekati mobil Mitsubishi Pajero Sport yang membawa rombongan sang pendakwah.

Baca juga: Toko Seragam Sekolah di Pasar Bauntung Banjarbaru Mulai Ramai Pembeli, Cek Kisaran Harga per Potong

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Penjelasan pihak kepolisian

Saat dikonfirmasi mengenai insiden dugaan penghadangan tersebut, pihak Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat tidak memberikan jawaban ataupun pernyataan baku secara eksplisit terkait kronologi gesekan di lapangan.

Senada dengan respons pihak kepolisian, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Barat, Johan Marpaung, mengaku tidak mengetahui secara pasti detail dinamika yang terjadi di area bandara saat penjemputan.

Johan menjelaskan bahwa pelaksanaan operasional dan penyambutan sepenuhnya diatur oleh pihak panitia dari Islamic Center, sementara pihak Kemenag hanya bertindak sebagai undangan resmi.

Meski sempat diwarnai riak di bandara, Johan memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang dihadiri oleh ribuan jemaah tersebut berhasil dituntaskan tanpa ada kendala berarti.

"Alhamdulillah lancar dan aman," imbuh Johan.

Selama berada di Kutai Barat, Ustaz Abdul Somad diketahui mengisi agenda utama Tablig Akbar di Islamic Centre Melak pada Jumat malam setelah ibadah shalat Isya.

Selanjutnya pada Sabtu (4/7/2026), UAS meneruskan safari dakwahnya dengan menghadiri tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam.

Agenda tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang tengah mengikuti rangkaian Silaturahmi Nasional (Silatnas) bersama para tokoh lintas agama di Kalimantan Timur.

Profil, Jejak dan Pendidikan Abdul Somad

Dikutip dari buku Ustad Abdul Somad: Dai Berjuta Follower  Abdul Somad lahir dari kampung bernama Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara 45 tahun yang lalu.

Sedari kecil, Abdul Somad memang sudah ingin belajar agama dan lebih memilih Pendidikan Islam dibanding sekolah negeri.

Dikisahkan dalam buku itu, bahkan sedari kecil, ia sudah ‘merengek’ kepada orang tuanya untuk sekola dan ingin segera bisa baca Al-Qur’an.

“Mau ngaji, mau ngaji,” katanya

Ia pun diantar ke guru gaji oleh orang tuanya dengan bekal rotan yang ujungnya dibelah empat.

“Ia dititipkan agar menjadi anak yang taat, bisa membaca Al-Qur’an dan menjadi anak yang berakhlak mulia. Begitulah Ustaz Abdul Somad dididik sedari kecil. Ia tidak pernah dimanja. Orangtuanya tahu apa yang terbaik untuk anaknya di masa depan,” seperti tercantum dalam buku tersebut.

Singkat cerita, ia pun disekolahkan sedari kecil oleh orang tuanya ke pendidikan agama. berkat pendidikan sedari kecil itu ia menjelma menjadi sosok yang cerdas dan gampang menerima pelajaran.

Tercatat ia bersekolah SD Al-Washliyah, Medan, tamat 1990, dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah, Medan, tamat 1993 dan Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996.

Usai pendidikan menengah, ia pun juga belajar di Pesantren Darul Arafah, Deli Serdang.  UAS lantas meraih gelar sarjana dari Universitas Al-Azhar, Mesir pada 2002 lewat bantuan pemerintah yang membuka beasiswa ke Mesir tahun 1998.  

Tak puas dengan gelar sarjana,  ia menyelesaikan program Master di Dar El Hadith El Hassania tahun 2006. Ia pun mengajar di Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, tapi akhirnya mundur dan memilih jadi penceramah agama saja. 

Ustad Abdul Somad ramai disukai publik karena dianggap gaya bicaranya yang berbeda dari lazimnya penceramah lain. Video-videonya di Youtube terkait kajian Islam praktis juga disukai.

Hingga akhirnya ia pun disukai oleh publik karena ceramah-ceramah yagn diunggah kali pertama di platform Youtube.

Peneliti LIPI, Wahyudi Akmaliah, menjelaskan terkait fenomena Abdul Somad disukai oleh publik lewat kanal Youtube dan media sosial.  

“Dari setiap video UAS, ada interaski dan tanya jawab yang muncul di situ. Hal itu membangun ruang dengan pendengarnnya,” paparnya dikutip dari Antara.

Wahyudi juga menjelaskan, unsur ‘melayu’ dan lucu dalam ceramahnya-ceramahnya dianggap warna baru dalam dakwah dan akhirnya disukai banyak orang.

Ia pun mulai tampil di televisi-televisi dan mulai membicanngkan banyak hal terkait agama dan sosial politik, serta diundang ke banyak tempat, termasuk oleh para politisi.

Dari sinilah, ia mulai dianggap dekat dengan para politisi, khususnya ketika pemilu 2019 sedang panas-panasnya. Bahkan, ia sempat digadang-gadang sebagai calon wakil presiden.

Ia dianggap mendukung Prabowo-Sandiaga yang saat ini berkontestasi dengan Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Beliau (Ustaz Abdul Somad) mendoakan. Kita memang harus saling mendoakan, kita menginginkan Indonesia adil makmur," ujarnya usai pertemuan dengan Ustaz Somad dan Prabowo sebagaimana dikutip Kompas.com pada 12 April 2024.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.