Ribuan Kuota SPMB Manado 2026 Masih Tersisa, Jalur Domisili dan Afirmasi Belum Semua Terisi Penuh
Indry Panigoro July 05, 2026 04:36 PM

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tidak hanya memperlihatkan tingginya persaingan di sejumlah sekolah favorit, tetapi juga menunjukkan masih adanya kuota yang belum terisi pada beberapa jalur penerimaan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, sejumlah SMP negeri masih menyisakan kursi, terutama pada jalur afirmasi dan mutasi.

Dalam pelaksanaan SPMB, penerimaan murid dilakukan melalui beberapa jalur, di antaranya:

  • Domisili.
  • Afirmasi.
  • Prestasi.
  • Mutasi.

Jalur domisili adalah jalur penerimaan murid atau mahasiswa baru yang didasarkan pada kedekatan jarak antara tempat tinggal (domisili) calon peserta dengan institusi pendidikan yang dituju. Jalur ini bertujuan untuk memberikan pemerataan akses pendidikan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di lingkungan sekolah.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga kurang mampu atau kelompok rentan sesuai ketentuan yang dibuktikan dengan dokumen resmi pemerintah.

Sedangkan jalur prestasi adalah sistem seleksi penerimaan siswa atau mahasiswa baru yang didasarkan pada nilai dan pencapaian. Jalur ini memungkinkan calon peserta didik masuk sekolah atau perguruan tinggi tanpa harus mengikuti tes tertulis murni, melainkan bersaing melalui portofolio akademik maupun non-akademik.

Sementara jalur mutasi diperuntukkan bagi anak yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali, termasuk anak guru yang mendapat penugasan di sekolah tertentu.

Secara keseluruhan, sisa kuota terbanyak masih berada pada jalur domisili, disusul afirmasi, prestasi, dan mutasi.

SMP Negeri 1 Manado misalnya menyediakan kuota 544 kursi.

 Dari 578 pendaftar, sebanyak 531 calon murid diterima sehingga masih tersisa 13 kursi.

Berdasarkan data per jalur, sisa kuota tersebut berasal dari jalur afirmasi yang masih menyisakan 14 kursi, sedangkan jalur prestasi telah terisi sesuai kuota dan jalur mutasi hanya menyisakan satu kursi.

Kuota domisili di sekolah ini telah terisi seluruhnya.

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah sekolah lainnya.

SMP Negeri 8 Manado misalnya masih menyisakan kuota pada seluruh jalur, terutama domisili dan prestasi.

Diketahui SMP Negeri 8 Manado menyediakan 416 kursi, namun baru 316 peserta diterima.

Sementara SMP Negeri 7 serta SMP Negeri 3 juga masih memiliki kursi yang belum terisi pada jalur domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi.

SMP Negeri 7 menyediakan 352 kursi dan menerima 272 calon murid.

Adapun SMP Negeri 3 menyiapkan 320 kursi, tetapi baru 249 peserta yang dinyatakan diterima.

Hal ini menunjukkan sisa kuota tidak hanya terjadi pada satu jalur tertentu, tetapi bervariasi di setiap sekolah sesuai jumlah pendaftar yang memenuhi persyaratan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan SPMB tahun ini, termasuk melihat keterisian kuota di setiap jalur penerimaan.

Menurutnya, secara keseluruhan daya tampung sekolah negeri di Kota Manado masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Data Dinas Pendidikan mencatat dari total 7.488 kursi yang tersedia di jenjang SD dan SMP negeri, terdapat 5.180 pendaftar.

Sebanyak 4.845 calon murid dinyatakan diterima, sehingga masih tersisa 2.643 kursi yang belum terisi.

Data tersebut menunjukkan kapasitas sekolah negeri di Kota Manado masih cukup untuk menampung peserta didik baru.

Bart Assa menegaskan Pemerintah Kota Manado akan terus meningkatkan kualitas seluruh sekolah negeri agar penyebaran pendaftar semakin merata dan masyarakat tidak hanya berfokus pada beberapa sekolah tertentu.

"Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas tanpa harus terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja," kata doktor lulusan Jepang di bidang Teknik Sipil dan Teknik Pantai yang juga menyandang gelar Magister Terapan Pariwisata dari Politeknik Pariwisata Bali serta sertifikasi Certified Government Risk Executive (CGRE) dari BPKP.

Ia memastikan seluruh proses SPMB dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari upaya memberikan layanan pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.

SPMB - Kolase Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., dan SMPN 2 Manado
SPMB - Kolase Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., dan SMPN 2 Manado (Tribun Manado/Tribun Manado)

Berikut daftar lengkap 10 SMP Negeri dengan jumlah pendaftar terbanyak:

SMP Negeri 1 Manado - 578

SMP Negeri 8 Manado - 337

SMP Negeri 10 Manado - 303

SMP Negeri 7 Manado - 279

SMP Negeri 3 Manado - 275

SMP Negeri 2 Manado - 235

SMP Negeri 5 Manado - 184

SMP Negeri 4 Manado - 176

SMP Negeri 13 Manado - 152

SMP Negeri 16 Manado - 134

Sedangkan 10 SD Negeri dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni:

SD Negeri 03 Manado - 87

SD Negeri 02 Manado - 83

SD Negeri 06 Manado - 58

SD Negeri 25 Manado - 56

SD Negeri 21 Manado - 55

SD Negeri 49 Manado - 53

SD Negeri 36 Manado - 49

SD Inpres Malalayang - 47

SD Negeri 48 Manado - 45

SD Negeri 81 Manado - 45. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.