TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas menegaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat. Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi fondasi terciptanya keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu saat meninjau pelaksanaan Program BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).
Dalam kesempatan yang itu, Ibas juga memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Satu Rasa Satu Bangsa: Rumah Layak, Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera".
Pada kunjungan tersebut, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII itu menyempatkan diri mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat BSPS, Susi. Ibas melihat langsung perubahan kondisi rumah yang kini jauh lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
"Tadi saya berkunjung ke rumah Ibu Susi yang menerima bantuan BSPS. Alhamdulillah sekarang rumahnya jauh lebih layak, lebih nyaman, dan tentunya dapat menunjang aktivitas keluarga agar semakin produktif," ujar Ibas dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (6/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Ibas turut menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan Program BSPS yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama bertahun-tahun.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga keberlanjutan Program BSPS. Program ini telah berjalan sejak era Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan alhamdulillah hingga hari ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya," ungkap Ibas.
Menurut lulusan S3 IPB University itu, rumah merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Karena itu, menghadirkan hunian yang aman dan layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Ia mengungkapkan masih banyak rumah masyarakat di desa-desa yang membutuhkan perbaikan. Karena itu, aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan agar semakin banyak warga dapat menikmati manfaat Program BSPS.
"Rumah adalah tempat kita berteduh dan membangun kehidupan keluarga. Saya mendengar masih banyak rumah masyarakat yang membutuhkan perbaikan. Insya Allah, setiap aspirasi yang kami terima akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak," katanya.
Ibas menambahkan, pembangunan rumah layak bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun ketenteraman keluarga sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
"Orang Jawa memiliki petuah yang sangat baik, 'Rukun ing omah, tentrem ing urip'—rukun di rumah, tenteram dalam hidup dan 'Kulawarga ayem, negara tentrem'—keluarga yang tenang, negara pun tenteram. Karena itu, menghadirkan rumah yang layak berarti ikut membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang kuat, dan bangsa yang semakin maju," tutur Ibas.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak boleh lagi ada masyarakat yang tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding rapuh, ataupun lantai yang belum layak.
"Kami ingin masyarakat hidup semakin layak. Tidak boleh lagi ada rumah dengan atap bocor, dinding yang masih rapuh, atau lantainya masih tanah. Mari bersama-sama menghadirkan rumah yang benar-benar layak untuk masyarakat," terangnya.
Baca juga: Dari Aspirasi menjadi Aksi, Ibas Beri Bantuan Operasional TPS 3R Demi Pengelolaan Sampah Lebih Baik
Menurut Ibas, nilai bantuan BSPS memang tidak selalu besar. Namun, manfaatnya sangat berarti bagi keluarga penerima. Keberhasilan program tersebut juga tidak lepas dari semangat gotong royong pemerintah desa dan masyarakat yang bersama-sama menyelesaikan pembangunan rumah warga.
"Bantuan sebesar Rp20 juta mungkin terlihat kecil, tetapi manfaatnya sangat besar untuk memperbaiki rumah warga menjadi lebih layak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan program ini hingga tuntas," jelas Ibas.
Susi sebagai penerima manfaat BSPS mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama ini, ia tinggal bersama ketiga anaknya karena sang suami bekerja di luar daerah. Sebelum rumahnya direnovasi, kondisi rumah tersebut sering mengalami kebocoran sehingga kurang nyaman untuk ditempati.
"Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah tidak bocor lagi, lebih kokoh, dan jauh lebih nyaman untuk ditempati bersama anak-anak. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena bantuan ini benar-benar membantu keluarga kami," ujar Susi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Mendolo Kidul, Suyono, menyampaikan apresiasi kepada Ibas atas berbagai program yang selama ini telah diperjuangkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Ibas karena selama ini banyak program yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Mendolo Kidul. Selain Program BSPS, masyarakat juga merasakan manfaat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk mendukung pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai program lainnya yang membantu meningkatkan kesejahteraan warga," kata Suyono.
Menutup kegiatan tersebut, Ibas menegaskan pembangunan yang berhasil selalu lahir dari kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat.
"InsyaAllah seluruh aspirasi masyarakat akan terus kami catat dan perjuangkan. Namun, keberhasilan pembangunan hanya dapat terwujud apabila kita bergotong royong dan saling mendukung. Tidak ada satu pemimpin pun yang dapat menyelesaikan semuanya sendirian," tutup Ibas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Camat Punung Pudji Haryono, Kepala Desa Mendolo Kidul Suyono, Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Baginda Rahardian Pratama, Pujo Osetyo, Suhar, dan Willy Rizky Cahaya, bersama tokoh masyarakat serta warga Desa Mendolo Kidul yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan dialog bersama Ibas.
Baca juga: Ibas di HUT ke-80 Bhayangkara: Polri Harus Terus Bangun Kepercayaan Publik