TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tren belanja online atau daring menggerus penjualan seragam sekolah di Toko Siaga Kebondalem Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Tahun ajaran baru yang biasanya menjadi masa panen mereka menjual seragam sekolah, kini lesu.
Pemilik Toko Siaga Kebondalem, Liyanto (56) mengatakan, omzet tokonya memang mengalami kenaikan dibanding hari biasanya menjelang masuk sekolah.
Namun, peningkatan tersebut hanya sekitar 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Menurutnya, kondisi tersebut jauh berbeda apabila dibandingkan beberapa tahun lalu.
Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, penjualan terus mengalami penurunan karena semakin banyak masyarakat beralih berbelanja melalui platform online.
"Dampaknya terasa sekali. Dulu, kurang satu minggu sebelum masuk sekolah, pembeli sudah penuh sesak di toko."
"Sekarang, kondisinya sudah tidak seperti itu lagi karena banyak yang memilih belanja online," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Baca juga: 9 Parpol di DPRD Banyumas Terima Banpol Rp3,081 Miliar, Bupati Sadewo: Investasi Perkuat Demokrasi
Liyanto menuturkan, Toko Siaga telah melayani kebutuhan masyarakat sejak 1995 atau lebih dari 20 tahun.
Selain menyediakan berbagai jenis seragam sekolah, toko tersebut juga menjual seragam dinas PNS, berbagai jenis seragam lain, hingga perlengkapan sekolah.
Untuk mengimbangi perkembangan zaman, ia juga mulai memperluas jenis dagangan dengan menjual aneka alat tulis kantor (ATK).
Meski demikian, menurutnya, persaingan dengan toko daring tetap memberikan dampak terhadap penjualan.
Bahkan, jumlah barang yang dikulak kini jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
"Sekarang memang lesu. Kulakan juga dikurangi karena penjualannya tidak sebanyak dulu," katanya.
Ia mengungkapkan, stok seragam di tokonya didatangkan dari sejumlah daerah sentra konveksi, di antaranya Solo dan Bandung.
Di Toko Siaga, harga satu setel seragam sekolah dibanderol mulai Rp100 ribu.
Toko Siaga juga menyediakan layanan bordir nama untuk melengkapi kebutuhan siswa sebelum masuk sekolah.
Liyanto menambahkan, saat ini, kebutuhan seragam sekolah harusnya bisa lebih ramai.
Karena banyak sekolah yang kini memberikan kebebasan kepada orangtua untuk membeli seragam, sementara yang umumnya diwajibkan hanya seragam batik sekolah dan seragam olahraga.
Baca juga: Perhitungan Meleset, Usaha Perahu Penyeberangan Rugi Imbas Pembukaan Cepat Jembatan Serayu Banyumas
Meski begitu, di tengah maraknya belanja online, masih ada sebagian masyarakat yang memilih datang langsung ke toko.
Satu di antaranya, Endang, warga Desa Singasari, yang sedang membeli perlengkapan sekolah untuk anaknya yang akan masuk SMP.
Ia mengaku lebih nyaman membeli langsung karena dapat melihat kualitas barang sekaligus mencoba ukuran langsung kepada sang anak.
"Kalau beli online enggak bisa lihat sendiri."
"Kalau di sini, harganya murah dan bisa milih."
"Kalau online kan enggak bisa mencoba, kadang kebesaran atau kekecilan."
"Anak saya sekarang naik SMP," ujar Endang. (*)