SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Video yang memperlihatkan seorang pria diikat di batang pohon usai diduga mencuri buah alpukat viral di media sosial.
Polisi kini turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri.
Video seorang pria diikat di batang pohon setelah diduga mencuri buah alpukat viral di media sosial, Minggu (5/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di kawasan Jalan Mangga Besar Lintas RT 5, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Berdasarkan penelusuran Sripoku.com di lapangan, pria tersebut diketahui berinisia FB warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika pelaku diduga memanjat pohon alpukat milik Mey untuk mengambil buah.
Saat berada di atas pohon, buah alpukat yang diduga diambil pelaku terjatuh hingga menimbulkan suara keras. Pemilik rumah kemudian keluar untuk memeriksa sumber suara.
"Ada suara buah jatuh, kemudian saya keluar melihat ada orang langsung kuteriaki maling," ujar Mey kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku kemudian berhasil diamankan warga sebelum akhirnya diikat di batang pohon sambil menunggu ketua RT datang ke lokasi.
"Setelah kami tangkap sempat tidak ngaku, akhirnya pelaku langsung kami ikat dan panggil ketua RT," katanya.
Menanggapi video yang viral tersebut, Kapolsek Lubuklinggau Utara Iptu Sumardi Chandra melalui Kanit Reskrim Ipda Benny Kurniawan mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencurian tersebut.
Meski demikian, polisi telah bergerak melakukan pengecekan ke lokasi.
"Belum ada laporan, tapi sekarang kita sudah monitor dan anggota sudah ke lapangan melakukan pengecekan," ujar Benny.
Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap tindak kejahatan, namun meminta warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri apabila menangkap terduga pelaku.
"Kami mengimbau apabila ada temuan warga menangkap pelaku pencurian agar segera menghubungi pihak kepolisian," pungkasnya.