Pendaftaran Calon Siswa SMK Muhammadiyah Kota Tasik Dibuka Hingga Akhir Agustus 2026
Dedy Herdiana July 06, 2026 05:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sejumlah calon siswa mendatangi SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya untuk mendaftarkan anaknya pada SPMB SMA swasta tahun ajaran 2026/2027.

Adapun untuk proses pendaftaran sampai saat ini masih dibuka hingga akhir bulan Agustus 2026.

Pantauan dilokasi, sejumlah calon siswa tengah melakukan serangkaian pengisian formulir hingga tes pembacaan Al-Qur'an yang dilakukan panitia SPMB SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

Selain itu, untuk di calon siswa ini didampingi orang tua dengan membawa berbagai persyaratan mulai rapor, hingga kartu keluarga.

Karena untuk SMK Muhammadiyah ini menjadi lokasi pilihan alternatif dengan memiliki lima jurusan yakni teknik kendaraan ringan, sepeda motor, teknik komputer jaringan, ada Rekayasa perangkat lunak, dan pemasaran.

Baca juga: Dinyatakan Lolos Seleksi SPMB Gratis Swasta Jabar 2026? Catat Ini Jadwal dan Cara Daftar Ulagnya

Menanggapi hal ini Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Wawan Kurniawan menjelaskan, pihaknya masih membuka pendaftaran hingga akhir bulan Agustus 2026.

Namun, untuk jumlah pendaftar masih fluktuatif karena menunggu hasil dari masing-masing sekolah negeri.

"Jumlah pendaftar yang kesini masih fluktuatif, dan sebagian siswa masih menunggu hasil dari pilihan yang pertama yakni sekolah negeri," ungkap Wawan kepada TribunPriangan.com,

Meskipun terdampak terhadap kebijakan pemprov Jabar, namun pihaknya tetap menawarkan program andalan untuk menarik minat calon siswa.

"Memang ada dampak dari kebijakan pemprov Jabar, yakni penurunan jumlah peserta didik, tapi kami menawarkan program andalan," jelasnya.

Untuk pembukaan tidak terbatas, dan panitia SPMB SMK Muhammadiyah memiliki tiga gelombang, selama ada kursi kosong tetap dibuka sampai ditutupnya data dapodik di akhir Agustus 2026.

"Kami ada lima jurusan pertama teknik kendaraan ringan, sepeda motor, teknik komputer jaringan, ada Rekayasa perangkat lunak, dan pemasaran," pungkasnya.

Wawan menuturkan, salah satu syarat lain untuk calon siswa yaitu dites membaca Al-Qur'an yang sudah dilakukan setiap tahunnya.

"Untuk tes kami tidak menentukan siswa tersebut diterima atau tidak, contoh seperti baca Al-Qur'an saja, karena ini salah satu untuk memberantas buta huruf baca quran," tambahnya.

Alasannya karena kerap ada yang sudah setingkat SMK masih terbata-bata baca Al-Qur'an, bahkan ada yang tidak sama sekali.

"Kami punya visi islami diantaranya memberikan pengajaran baca Al-Qur'an. Jadi pada saat daftar ulang calon siswa di tes baca Al-Qur'an. Jika siswa tersebut sudah mahir, nanti kedepan kami targetkan siswa ini menghapal hingga lulus disini minimal dua juz," kata Wawan.(*)

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.