Ogah Lapor ke Polisi, Pengendara Korban Cekcok di Kebon Jeruk Jakbar Hanya Minta Pelaku Minta Maaf
Jaisy Rahman Tohir July 06, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Wanita yang terlibat cekcok dengan pengendara mobil di Jalan Duri Utama Raya, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memilih tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Meski mengaku mengalami intimidasi hingga sempat diteriaki maling dan dikejar warga usai insiden itu, korban bernama Din mengatakan dirinya hanya menginginkan pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Saya cuma pengen tuh orang keluar minta maaf sama saya secara publik. Udah," kata Din saat dihubungi, Senin (6/7/2026).

Menurut Din, video yang diunggahnya ke media sosial bukan bertujuan memperpanjang persoalan, melainkan agar pelaku mendapat efek jera atas tindakan yang dilakukan.

Sebelumnya, Din menceritakan perselisihan yang dialaminya pada Minggu (5/7/2026) malam.

Dijelaskannya, hal itu bermula saat dirinya dan pengendara mobil wanita lain berpapasan di Jalan Duri Utama Raya. 

Di saat bersamaan, pengendara wanita lain datang dari arah berlawanan dan hendak berjalan lurus.

"Dari arah berlawanan otomatis kan makan jalannya dia. Nah, di situ ada motor juga dari arah depan, tapi mau belok ke kiri. 

Jadi bersinggunganlah sama saya," kata Din.

Meskipun merasa posisinya tidak sepenuhnya salah, Din memilih untuk mengalah dan membiarkan pengendara mobil tersebut melintas terlebih dahulu. 

Namun, situasi justru memanas setelah wanita tersebut melewati mobil Din.

"Kalau orang waras dia jalan lagi udah dong kayak minggir gitu ya. Nah ini dia buka jendela, manggil saya, 'sini, sini lu, berhenti lu'," tutur Din.

Mendengar panggilan tersebut, Din berinisiatif menghampiri mobil wanita itu. 

Alih-alih menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, Din justru mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dan intimidasi.

"Terus dia langsung ngomong, 'Kurang ajar lu ya,' ngoceh-ngoceh gitu. 'Lu enggak tau siapa gue', sambil nunjukin itulah, lencana kepolisian," ucap Din.

Din menegaskan bahwa benda yang ditunjukkan bukanlah Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi, melainkan sebuah pin berwarna emas berlogo instansi kepolisian.

"Maksudnya itu logo, logo kepolisian tapi tidak ada nama. Bukan KTA ya, pin kayak yang emas gitu loh, yang logonya itu doang," tambahnya.

Merasa tidak melakukan kesalahan, Din tidak gentar dan mempertanyakan maksud wanita tersebut memamerkan lencana. 

Cekcok pun tak terhindarkan hingga terjadi kontak fisik ringan.

"Terus saya langsung nunjuk dia. 'Apa-apaan nih maksudnya? Lu pikir gua takut?' Saya gituin kan. Dia ngeplak (memukul) tangan saya," katanya.

Nyaris Dikroyok Massa karena Diteriaki Maling

Enggan memperpanjang keributan dengan orang yang dianggapnya tidak jelas, Din memilih menyudahi perdebatan dan pergi meninggalkan lokasi.

Namun, petaka lain justru menimpanya di tengah jalan. Din yang berkendara motor menyadari bahwa dirinya tengah dikejar oleh rombongan sepeda motor warga.

"Saya aja enggak tahu pas diteriakin maling karena saya pakai headset, helm, rada budek kan, full face kan. Terus tiba-tiba, 'Woy lu maling apaan', gitu," tutur dia.

Ternyata, ada sekitar lima orang pengendara motor yang mengejarnya karena mendapatkan informasi keliru bahwa Din adalah seorang pencuri yang melarikan diri. 

Beruntung, warga yang mengejar segera menyadari duduk perkara yang sebenarnya.

Warga tahu bahwa Din adalah wanita yang baru saja terlibat cekcok dengan pengendara mobil di kawasan dekat Pasar Patra, bukan seorang kriminal. 

Setelah kesalahpahaman itu beres, Din sempat berniat kembali untuk menemui wanita tersebut, namun mobil yang bersangkutan sudah telanjur pergi dari lokasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.