TRIBUNJATIM.COM - Kawasan Jembatan Kembar di jalur wisata Pacet-Cangar, Mojokerto kini kembali ramai dikunjungi wisatawan setelah dipasangi pagar besi pengaman.
Seluruh kawasan Jembatan Cangar I (wilayah Kota Batu) dan Jembatan Cangar II (wilayah Mojokerto) dipasang sebagai langkah pencegahan menyusul insiden tragis yang pernah terjadi di lokasi itu.
Sejumlah pengunjung menyambut positif keberadaan pagar pengaman karena dinilai membuat kawasan lebih aman tanpa mengurangi daya tarik pemandangan.
Mereka juga mengusulkan agar pemerintah membangun rest area sehingga wisatawan memiliki tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Pemprov Jatim Pasang Ratusan Karung di Jalur Ekstrem Pacet-Cangar
Kini para wisatawan justru memadati Jembatan Kembar Pacet-Cangar pada Minggu (5/7/2026).
Tempat ini menjadi spot singgah favorit wisatawan untuk beristirahat sembari mendinginkan rem sebelum melanjutkan perjalanan melewati turunan ekstrem menuju Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Yogi Ardiansyah (33), warga Pandaan, Pasuruan, mengaku dirinya bersama keluarganya menghabiskan waktu liburan di Pacet dan Kota Batu melewati jalur alternatif tersebut.
Di tengah perjalanan, ia berhenti di Jembatan Cangar untuk melepas lelah sambil menikmati panorama di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
"Iya, berhenti sebentar supaya motor tidak trouble, jadi sekalian karena banyak orang yang berhenti di sini. Sekarang jadi spot favorit setiap kali lewat Cangar," ujar Yogi, dijumpai di lokasi, Minggu.
Menurutnya, sebagai wisatawan, ia tidak terganggu dengan adanya pagar besi pengaman.
Justru pemasangan pagar pengaman ini semakin membuat wisatawan aman serta tidak merusak estetika dan pemandangan di sekitarnya.
"Pemasangan pagar pengaman ini lebih ke safety, tidak mengganggu estetika dan bagus. Semoga tidak terjadi insiden yang lalu, semakin aman buat wisatawan," jelas Yogi.
Dirinya berharap tempat ini diubah menjadi rest area yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan maupun pengguna jalan.
"Harapannya, bisa dijadikan seperti rest area, menjadi tempat istirahat supaya tidak mengganggu pengguna jalan," pungkas Yogi.
Senada dengannya, wisatawan asal Gempol, Faris (42), mengaku sudah delapan kali singgah di kawasan Jembatan Cangar.
Momen liburan sekolah, dirinya mengajak anak dan istri untuk menikmati pemandangan dari arah Pacet menuju Kota Batu.
"Ya, memang sengaja mau ke sini (Jembatan Cangar) sambil nostalgia, ini dari Gempol menuju Pacet terus ke Kota Batu."
"Pas remaja dulu sering ke sini, tidak banyak berubah, tetap bagus tempatnya. Yang baru ini ada pagar besi keliling di Jembatan Cangar," bebernya.
Dikatakan Faris, keberadaan pagar besi pengaman ini tidak mengganggu meski dipasang mengelilingi kawasan.
Menurutnya, di tempat ini seharusnya juga dibangun rest area untuk wisatawan maupun pengguna jalan.
"Tidak mengganggu demi kepentingan dan keselamatan bersama, terutama orang yang lagi galau gimana gitu. Kalau bisa dibuat rest area biar nyaman untuk mendinginkan rem dan mengistirahatkan badan, lalu bisa foto-foto pemandangan asri," pungkasnya.
Sebelumnya, PPK Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah 1 Mojokerto, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Tri Cahyo Utomo menjelaskan, pembangunan pagar pengaman Jembatan Cangar sepenuhnya dikerjakan oleh UPT Malang.
Ketinggian pagar pengaman sekitar 2-2,5 meter dan tuntas pada akhir Juni 2026.
Pemasangan pagar pengaman ini untuk mengantisipasi peristiwa yang sudah dua kali terjadi di Jembatan Cangar.
Dua korban meninggal dunia ditemukan di dasar jembatan.
Adalah pemuda asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dan pria asal Lumajang.
Pria asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ditemukan meninggal dunia di dasar Jembatan Cangar pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu.
Petugas kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kamto, mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, tidak berhenti atau berkerumun di tengah Jembatan Cangar.
"Imbauannya, kalau bisa tidak berhenti di jembatan, langsung saja lewat biar aman. Nanti kalau berhenti, yang dikhawatirkan pikirannya tidak karuan," tutupnya. (Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni)