Massa Aksi di Morowali Sindir Konten TikTok, Singgung Janji Politik Belum Terwujud
Regina Goldie July 07, 2026 12:10 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Morowali menyinggung aktivitas Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, di media sosial saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Morowali, Senin (6/7/2026). 

Dalam orasinya, massa menilai Bupati lebih sering mengunggah konten di TikTok dibanding memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. 

“Mau jadi Bupati atau konten kreator” teriak massa aksi saat berorasi. 

Menurut para orator, sejumlah konten yang diunggah Bupati menampilkan aktivitas seperti penggunaan mesin pemilah sampah, mengupas kelapa, hingga menggunakan speed boat. 

Massa menilai, di tengah persoalan yang mereka sebut masih dihadapi masyarakat, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada penyelesaian berbagai masalah. 

Baca juga: Jagokan Albiceleste, Bupati Tolitoli Prediksi Argentina Bakal Taklukkan Mesir 2-1

Koordinator aksi, Jabir Moh Yamin, menyebut persoalan yang disoroti massa di antaranya kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram, kesejahteraan buruh, kondisi petani dan nelayan, serta tata kelola pemerintahan. 

Selain itu, kata Jabir, sejumlah janji politik Bupati Morowali juga dinilai belum terealisasi. 

Ia mencontohkan program bantuan LPG dan minyak goreng gratis setiap bulan, bantuan pancaroba bagi nelayan, menjadikan Kecamatan Bungku Tengah sebagai wilayah administratif tanpa aktivitas pertambangan, hingga penyediaan listrik 24 jam di Menui Kepulauan. 

“Kita tidak lagi lihat bantuan-bantuan perumahan, bantuan-bantuan nelayan, dan bantuan-bantuan kepada petani. Ketika semua janji-janji itu tidak bisa dilaksanakan maka lewat mimbar ini kita bersepakat bahwa Bupati Kabupaten Morowali adalah pembohong yang baik,” ujar Jabir dalam orasinya.  

Selain menyoroti janji politik, massa juga menyinggung besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kabupaten Morowali yang mereka sebut mencapai lebih dari Rp800 miliar. 

Baca juga: Tak Hanya S1, Beasiswa Berani Cerdas Kini Fasilitasi Pendidikan S2, S3 dan Dokter Spesialis

Melalui aksi tersebut, Aliansi Peduli Morowali meminta Bupati dan Wakil Bupati Morowali bersedia berdialog secara langsung untuk membahas 10 tuntutan yang mereka ajukan. 

Menanggapi aksi itu, Asisten I Setda Morowali, Tahir, mengatakan pemerintah daerah menghargai penyampaian aspirasi masyarakat karena merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang. 

Usai menyampaikan orasi, massa kemudian memasuki Aula Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, untuk mengikuti dialog bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Morowali.

Namun demikian dalam pertemuan itu massa membubarkan diri dari ruangan dan kembali berorasi karena tidak di temui oleh Bupati Morowali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.