2 Pelajar Tewas dalam Kecelakaan di Lamongan, Gagal Salip hingga Adu Banteng
Reny Fitriani July 07, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lamongan - Upaya mendahului kendaraan di depan berujung petaka. Dua pelajar tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai terlibat tabrakan adu banteng di Jalan Mastrip, kawasan Jembatan Made, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Baca Juga: Diduga Abaikan Lampu Merah, Motor Bonceng Tiga Tabrak Mobil, Satu Tewas

Kedua korban merupakan pengendara sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.

Yakni Habib Rifqi Arahman (16), pelajar asal Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, dan Virgiawan Akfa Fahrezhi (16), pelajar asal Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan IPTU Debhi S melalui Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M Hamzaid menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lokasi, kecelakaan bermula saat Habib mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-6292-JAM dari arah timur menuju barat.

Setibanya di lokasi kejadian, Habib diduga berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya melalui sisi kanan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S-3552-EAN yang dikendarai Virgiawan.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan kedua pengendara mengalami luka berat.

"Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan kedua pengendara mengalami luka berat dan meninggal dunia," terang Hamzaid, Senin (6/7/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, kedua pelajar meninggal dunia, baik di lokasi kejadian maupun setelah proses evakuasi.

Sementara itu, kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak memaksakan diri mendahului kendaraan apabila kondisi lalu lintas maupun jarak pandang tidak memungkinkan, terutama pada malam hingga dini hari.

"Kami mengimbau para pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pastikan jalur dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum mendahului. Patuhi rambu lalu lintas, jaga kecepatan kendaraan, dan selalu waspada agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi," ujar Hamzaid.

Sumber: TribunJateng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.