TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ratusan relawan bergerak memungut sampah di hamparan pasir Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (6/7/2026).
Di bawah langit pagi yang cerah, pelajar, komunitas lingkungan, instansi pemerintah, perbankan, hingga masyarakat pesisir menyusuri bibir pantai dengan membawa karung dan kantong sampah, membuktikan bahwa menjaga laut tidak cukup hanya dengan ajakan tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari masyarakat Cilacap memeringati Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia.
Selain aksi bersih pantai, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelepasan 50 ekor tukik ke habitatnya, edukasi pengelolaan sampah plastik, penayangan inovasi daur ulang limbah, hingga pelepasan Tim Kas Keliling 3T Bank Indonesia.
Baca juga: Cilacap Darurat Kebakaran, 50 Kejadian Rugikan Warga Rp 2 Miliar Lebih
Setiap sampah plastik yang berhasil dipungut menjadi pengingat bahwa benda yang digunakan hanya beberapa menit dapat mencemari laut selama puluhan bahkan ratusan tahun apabila tidak dikelola dengan baik.
Semangat kolaborasi itu menjadi pesan utama yang dibawa Pemkab Cilacap bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, yakni membangun kesadaran bahwa persoalan sampah hanya bisa diselesaikan apabila seluruh elemen masyarakat bergerak dalam satu langkah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengungkapkan, Kabupaten Cilacap menghasilkan hampir 1.000 ton sampah per hari, sementara fasilitas pengolahan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 277 ton setiap harinya.
"Sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk yang besar, produksi sampah di Cilacap juga sangat tinggi sehingga persoalan ini tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah," kata Ammy.
Menurut Ammy, kebijakan pemerintah pusat yang akan mengakhiri sistem open dumping menjadi momentum penting bagi seluruh desa dan kelurahan untuk segera membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Kita harus mulai dari hal paling sederhana, yaitu memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, karena jika semua bergerak bersama, persoalan sampah akan jauh lebih mudah diselesaikan," tegasnya.
Baca juga: Sosok Nada, Siswa SMAN 1 Cilacap yang Tembus Paskibraka Nasional 2026
Bagi Ammy, aksi bersih Pantai Teluk Penyu bukan sekadar membersihkan kawasan wisata, melainkan membangun kesadaran bahwa laut yang bersih lahir dari kebiasaan masyarakat yang bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Ketika karung-karung sampah mulai terisi dan bibir pantai kembali terlihat bersih, harapan baru pun ikut tumbuh bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama hari ini dapat menjadi awal perubahan besar menuju Cilacap yang lebih bersih, sehat, dan lestari. (*)