Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat telah menanam 375 pohon instan hingga awal Juli 2026 sebagai upaya menjaga fungsi ekologis kawasan perkotaan sekaligus menggantikan pohon yang ditebang.
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan penanaman tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga ruang terbuka hijau tetap lestari meski penanganan pohon melalui pemangkasan maupun penebangan terus dilakukan.
"Untuk memulihkan peran ekologis kota akibat pohon-pohon yang ditebang atau diremajakan tersebut, kami juga rutin melakukan penanaman pohon. Tahun 2026 sampai awal bulan Juli ini sebanyak 375 pohon instan sudah kami tanam dan jumlah ini diharapkan terus bertambah," kata Mila kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pohon instan yang ditanam memiliki diameter batang minimal 15 sentimeter dengan tinggi sekitar empat meter sehingga mampu memberikan manfaat ekologis lebih cepat dibandingkan bibit berukuran kecil.
Menurut Mila, penebangan pohon bukan menjadi pilihan utama dalam penanganan vegetasi di Jakarta Pusat.
Tindakan tersebut hanya dilakukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pohon telah keropos dan membahayakan keselamatan masyarakat atau terdampak pembangunan infrastruktur prioritas.
Ia menyebutkan pada 2026 permohonan penebangan meningkat seiring pelaksanaan pembangunan saluran air, rumah pompa, serta jalur pedestrian yang menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir di Ibu Kota.
Selain itu, banyak pohon berusia tua yang berdasarkan hasil pemeriksaan mengalami kerusakan pada batang sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Mila menegaskan pemangkasan tetap menjadi bentuk penanganan yang paling banyak dilakukan karena bertujuan menjaga kesehatan pohon.
Pemangkasan pohon, kata dia, merupakan salah satu bagian dari pemeliharaan pohon dengan tujuan untuk peremajaan cabang-cabang baru yang lebih sehat, mempertahankan keindahan pohon, membersihkan pohon dari penyakit akibat benalu dan terutama di kota besar dengan ruang tanam yang terbatas.
"Pemangkasan juga berguna untuk mengurangi beban akar dan mengantisipasi rawan tumbang," ujarnya.
Berdasarkan data Sudin Tamhut Jakarta Pusat, hingga pekan kedua Juli 2026 telah dilakukan penanganan terhadap 5.674 pohon, terdiri atas 894 pemangkasan ringan, 3.380 pemangkasan sedang, 1.175 pemangkasan berat, serta 225 penebangan.
"Artinya kami tetap berupaya keras untuk menjaga Jakarta tetap hijau, lestari, dan berkelanjutan," kata Mila.





