Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) mengumumkan lima sekolah dengan nilai tertinggi dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat se-Provinsi Lampung Tahun 2026.
Baca juga: M Galang Putra Rahman Siap Tinggalkan Kursi DPRD jika Terpilih Jadi Wakil Bupati Way Kanan
Kepala BBPL Muhammad Muis mengatakan, lima sekolah tersebut ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dewan juri pada babak final festival yang digelar tahun ini.
"Dewan juri mengumumkan lima sekolah yang berhasil meraih nilai tertinggi pada Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Se-Provinsi Lampung Tahun 2026," kata Muhammad Muis, Rabu (8/7/2026).
Lima sekolah peraih nilai tertinggi tersebut yakni SMAS Al Kautsar Bandar Lampung, SMAN 1 Sumberjaya, SMAN 2 Bandar Lampung, SMAN 14 Bandar Lampung, dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro.
Muis mengapresiasi antusiasme para pelajar yang mengikuti festival tersebut. Menurutnya, musikalisasi puisi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya serta memperkuat kreativitas dan kebersamaan antarpelajar.
"Dalam setiap kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang belum berhasil, jangan merasa berputus asa," ujar Muis.
Ia mengatakan, hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki aransemen dan interpretasi puisi pada kesempatan berikutnya. Sementara para pemenang diharapkan tetap rendah hati dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda.
"Tidak sekadar berkompetisi, festival tahunan ini dirancang sebagai wadah berekspresi dan menyalurkan kreativitas," kata Muis.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mengajak generasi Z meningkatkan minat membaca melalui perpaduan seni sastra dan musik.
Ketua Pelaksana Kegiatan Resti Putri Andriyati mengatakan, babak final merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sebelumnya.
Sebelum memasuki tahap penyisihan pada 10-14 Juni 2026, tercatat sebanyak 30 sekolah dari berbagai kabupaten/kota di Lampung mendaftar sebagai peserta. Setiap sekolah diwajibkan mengunggah dua video penampilan musikalisasi puisi terbaik melalui kanal YouTube sekolah.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 10 finalis tampil pada babak final dengan membawakan dua puisi. Penampilan para finalis kemudian dinilai oleh tiga juri yang memiliki kompetensi di bidang sastra dan musik, yakni Inggit Putria Marga, Edythia Rio Wirawan, dan Bian Pamungkas.
Resti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaiknya. Menurutnya, setiap penampilan memberikan pengalaman berharga sekaligus memperlihatkan kreativitas pelajar Lampung dalam mengolah karya sastra menjadi pertunjukan musikalisasi puisi.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)