SURYA.CO.ID , SURABAYA – Hampir dua pekan berlalu tanpa kepastian, para tetangga di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang wanita paruh baya berinisial SN (51) alias Mbak Har.
Korban sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh penuh luka sayatan serta lebam di dalam kamar kosnya pada Kamis (25/6/2026) malam.
Hingga saat ini petugas kepolisian masih terus bersusah payah mengumpulkan petunjuk pemungkas demi mengungkap identitas pelaku yang masih berkeliaran bebas.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Pakai Metode SCI untuk Ungkap Pembunuhan di Kos Putat Jaya
Ketua RT 04, Supadi (60) mengungkapkan, Polisi terkadang masih mendatangi lokasi untuk mencari petunjuk serta informasi tambahan selama bergulirnya penyelidikan memburu pelaku pembunuhan.
Minggu (5/7/2026) malam, seorang Anggota Polrestabes Surabaya mendatangi rumahnya untuk menanyakan sejumlah hal, seperti nama saksi dan lain sebagainya.
Namun, Supadi mengatakan, pihaknya belum bisa secara maksimal memberikan bantuan untuk mencari bukti petunjuk jika yang diminta adalah rekaman CCTV.
"Polisi sejak awal tanya, saya bilang enggak ada. Belum dikasih sama Pemkot Surabaya. Kan saya pernah ajukan untuk minta CCTV, karena lingkungan eks lokalisasi ini kan pemerintah harus segera fasilitasi kami secepatnya, tujuannya cuma demi keamanan," katanya saat ditemui SURYA.CO.ID di teras rumahnya, Selasa (7/6/2026) siang.
"Ya harapan saya secepatnya segera terungkap, pelakunya segera ditangkap. Saya kemarin juga sudah tanya ke Polisi yang datang, tapi memang belum tertangkap," jelas kakek dua cucu itu.
Baca juga: KRONOLOGI Penemuan Jenazah Wanita di Kos Putat Jaya Surabaya
Kepergian Mbak Har yang begitu tragis menyisakan duka mendalam bagi pemilik warung makan setempat, Suharni, yang mengaku langsung lemas saat mendengar kabar duka itu.
"Kadang memang beli makanan di warung saya. Mbak Har; bu makan, ya udah beli ambil sendiri. Uangnya ditaruh piring. Begitu aja. Saya enggak pernah ambilkan, karena ya sudah kenal kami, mulai dari dulu (bertahun-tahun tinggal di kosan itu)," ujar Supadi.
"Dia grapyak (istilah Jawa berarti ramah dan akrab), kalau enggak grapyak masak ditahlili sampai 7 hari. Warga sini juga takziah ke Jombang," pungkasnya.
Teman dekat korban, Rani Sutarmi, juga merasa sangat kehilangan karena mereka sudah berencana melakukan perjalanan bersama pada Agustus 2026 mendatang.
"Ini aja rencananya sebelum Agustus kami mau ajak dia berkunjung ke rumah salah satu warga sini yang pindah ke Kediri. Rencananya sepulang berkunjung ke Kediri, kami akan diajak mampir ke rumah mbak Har di Jombang. Lihat sedekat itu kami," katanya.
Bahkan kebaikan korban semasa hidup membuat seorang warga perantauan dan sales keliling ikut menangis dan menyumbang uang untuk keperluan tahlilan.
Baca juga: Kematian ASN Pemkab Bangkalan Belum Diungkap Polisi Hingga Tahlil Malam Ke-7, Keluarga Kritik Polisi
Merespons keresahan warga sekitar, pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam dan terus bergerak melakukan pendalaman penyelidikan.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan bahwa jajarannya sedang bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam demi mengungkap identitas terduga pelaku.
"Kami terus mengumpulkan berbagai alat bukti," ujar mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim itu saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Selasa (7/7/2026).