TRIBUNKALTIM.CO - Berikut daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hari ini, Kamis (9/7/2026) untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.
Untuk hari ini Kamis (9/7/2026), harga BBM masih sama dengan sebelumnya sesuai dengan update penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina pada 1 Juli 2026 lalu.
Sementara itu, antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pemandangan harian.
Antrean panjang kendaraan ini diakibatkan banyak warga yang memilih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite, usai lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada 10 Juni 2026 lalu.
Baca juga: Daftar Harga BBM Hari Ini Selasa 7 Juli Seluruh Indonesia, Harga Pertamax Penyumbang Inflasi Kaltim
Pada 10 Juni lalu, di Provinsi Kaltim, tercatat harga Pertamax sebelumnya Rp 12.600 liter naik Rp 4.050 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Hingga saat ini belum ada penurunan harga Pertamax di seluruh Indonesia.
Pada penyesuaian harga BBM 1 Juli 2026, hanya tiga jenis BBM nonsubsidi yang turun harga yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.
Sebagai contoh, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo awalnya Rp20.750 per liter turun menjadi Rp19.300 per liter.
Dexlite dibanderol Rp19.700 per liter dari mulanya Rp23.000.
Pertamina Dex saat ini dijual Rp21.150 per liter, turun dari sebelumnya Rp24.800 per liter.
Tidak adanya penurunan harga Pertamax ini membuat warga berburu Pertalite hingga menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Balikpapan.
Pertalite yang dijual seharga Rp10.000 per liter menjadi pilihan utama masyarakat.
Setiap hari, pengendara sepeda motor maupun mobil rela meluangkan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.
Di bawah terik matahari, barisan kendaraan tampak memenuhi area pengisian hingga meluber ke luar kawasan SPBU.
Bagi sebagian warga, menunggu puluhan menit bahkan hampir satu jam dianggap lebih ringan dibanding harus membeli BBM nonsubsidi dengan harga yang lebih tinggi.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Andi (34), mengaku hampir setiap hari harus mengantre selama 30 hingga 45 menit agar bisa memperoleh Pertalite.
Menurutnya, selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup besar jika dihitung untuk kebutuhan bahan bakar selama satu bulan.
"Kalau pakai Pertamax terus nyonyor juga kita. Selisihnya lumayan kalau dihitung untuk kebutuhan sebulan. Jadi ya pake Pertalite saja walaupun antre dan kepanasan begini," ujarnya sambil menutup area wajahnya dari pantulan matahari.
Pengeluaran Rumah Tangga Ikut Meningkat
Keluhan serupa disampaikan Siti Rahma (41), seorang ibu rumah tangga yang menggunakan mobil untuk mengantar anak sekolah sekaligus menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia mengatakan kenaikan harga Pertamax membuat pengeluaran keluarga semakin bertambah sehingga memilih mengantre Pertalite menjadi salah satu cara untuk menghemat biaya.
"Sekarang kami harus lebih menghemat. Antre memang melelahkan, tapi kalau isi Pertamax biayanya jauh lebih besar, belum lagi jajan harus ngasi anak-anak setiap hari ke sekolah," katanya.
Pengemudi Ojol Kehilangan Waktu Bekerja
Antrean panjang juga dirasakan para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan dari banyaknya perjalanan setiap hari.
Salah seorang pengemudi ojek online, Rizal (29), mengaku waktu yang seharusnya digunakan mencari penumpang justru habis untuk mengantre di SPBU.
"Kalau antre sampai hampir satu jam, otomatis orderan berkurang. Tapi mau bagaimana lagi, kalau isi Pertamax keuntungan saya juga ikut habis untuk beli bensin," tuturnya.
Warga Berharap Ada Solusi
Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mencari solusi agar distribusi BBM bersubsidi berjalan lebih lancar sehingga antrean panjang di SPBU tidak terus terjadi.
Selain memperbaiki distribusi, warga juga berharap hadir kebijakan yang mampu meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari.
Meski berbagai keluhan mengenai kenaikan harga BBM telah disampaikan masyarakat, termasuk melalui aksi penyampaian aspirasi, warga mengaku hingga kini belum melihat adanya kebijakan yang mampu mengurangi dampak antrean maupun tingginya pengeluaran akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Kita ngeluh juga percuma, bahkan sudah demo juga itu hari tapi nggak didengar," keluhnya.
Berikut adalah rincian tarif eceran harga BBM terbaru yang berlaku per 1 Juli 2026 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina seluruh Indonesia yang dihimpun dari data resmi PT Pertamina Patra Niaga:
Provinsi Aceh
FTZ Sabang
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
FTZ Batam
Jambi
Bengkulu
Sumatera Selatan:
Bangka Belitung
Lampung
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat:
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150
Papua Pegunungan
Papua Tengah
Papua Barat Daya
Baca juga: Viral Video Antrean Panjang Kendaraan yang Hendak Mengisi BBM di SPBU Kota Minyak Balikpapan
(TribunKaltim.co/Zainul)