Hadapi Musim Kering, Dewan Usul Empat Langkah bagi Pemkot Semarang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan risiko bencana di Kecamatan Ngaliyan.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih saat terjadi kekeringan, tetapi juga harus diiringi perencanaan jangka panjang.
"Pemerintah harus hadir dengan langkah cepat, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang melalui perencanaan yang matang," kata Suharsono dalam keterangan, Kamis (9/7/2026).
Dia menyebutkan, ada empat langkah konkret yang perlu segera diambil Pemkot Semarang.
Yakni pemetaan berkala wilayah rawan kekeringan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan; penguatan infrastruktur penyediaan dan distribusi air bersih; peningkatan koordinasi sistem respons cepat kebencanaan yang melibatkan BPBD, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat; serta optimalisasi pengelolaan sumber daya air lokal melalui perlindungan daerah resapan, konservasi lingkungan, dan pengendalian alih fungsi lahan.
"Mitigasi bencana harus dimulai sebelum bencana terjadi. Pemerintah perlu membangun sistem kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh unsur, sehingga ketika terjadi persoalan di lapangan, penanganannya dapat berjalan cepat dan terkoordinasi," tuturnya.
Suharsono juga menekankan, perkembangan kawasan permukiman di Kecamatan Ngaliyan harus diimbangi dengan kebijakan lingkungan yang baik.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan kawasan, tetapi juga harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan air dan kesiapsiagaan bencana dinilai menjadi bagian yang tidak kalah penting.
"Penanganan bencana tidak boleh bersifat reaktif. Pemerintah harus membangun sistem yang mampu mencegah, mengurangi risiko, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat secara berkelanjutan," tegasnya.
Lebih lanjut, Suharsono berharap Pemerintah Kota Semarang menjadikan persoalan kekeringan di Kecamatan Ngaliyan sebagai prioritas serius dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
"Dengan strategi mitigasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPRD, organisasi sosial, serta seluruh elemen masyarakat, risiko dampak kekeringan dapat diminimalkan dan ketahanan wilayah terhadap bencana dapat terus meningkat," imbuhnya. (idy)