Mulai Kamis, Komisi Eropa secara resmi memperluas Peraturan Keselamatan Umum dengan menambahkan sejumlah persyaratan keselamatan baru bagi semua kendaraan yang baru terdaftar. Fitur yang kini diwajibkan mencakup sistem pengereman darurat canggih yang mampu mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda, peningkatan visibilitas ke depan, serta sistem peringatan gangguan pengemudi tingkat lanjut yang dirancang untuk menjaga fokus pengemudi di jalan. Pengujian kinerja pada ban yang sudah aus dan perluasan area kaca pelindung bagi pejalan kaki juga termasuk dalam regulasi komprehensif ini.
"Jalan-jalan di Eropa termasuk yang paling aman di dunia, namun angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas masih terlalu tinggi. Berkat Peraturan Keselamatan Umum Uni Eropa, banyak sistem keselamatan sudah diwajibkan untuk semua mobil dan van baru sejak tahun 2024. Mulai 7 Juli 2026, kendaraan-kendaraan tersebut akan dikenakan persyaratan keselamatan yang lebih canggih lagi," demikian pernyataan dari Komisi Eropa.
Sistem Peringatan Gangguan Pengemudi Canggih telah diwajibkan untuk tipe kendaraan baru—yaitu model-model baru yang pertama kali disetujui untuk dijual—di Uni Eropa sejak tahun 2024. Pembaruan pada Juli 2026 selanjutnya mewajibkan semua kendaraan baru yang terdaftar untuk mematuhi ketentuan tersebut; dengan kata lain, semua mobil dan kendaraan penumpang baru yang beredar di Uni Eropa kini harus dilengkapi dengan sistem pemantauan pengemudi berbasis kamera. Para pengkritik sistem pemantauan pengemudi ini menilai bahwa potensi pelanggaran privasi data cukup tinggi, meskipun peraturan Uni Eropa mengharuskan sistem tersebut beroperasi dalam basis loop tertutup.
Regulator Eropa secara historis jauh lebih ketat dalam hal keselamatan ban dibandingkan dengan rekan mereka di Amerika Utara; penggunaan ban musim dingin yang sesuai diwajibkan di beberapa wilayah Uni Eropa, dan kini pengemudi juga akan diminta untuk mematuhi standar keausan ban. Parameter untuk uji keausan ban baru di Uni Eropa belum dijabarkan secara rinci, meskipun diperkirakan akan berfokus pada kedalaman tapak dan jarak pengereman. Penelitian dari Discount Tire menunjukkan bahwa ban aus membutuhkan jarak pengereman 45 persen lebih panjang di jalan basah.
Komisi Eropa menyatakan bahwa produsen kendaraan telah diberikan waktu yang cukup untuk mengembangkan "fitur-fitur dengan tuntutan teknis yang tinggi" ini berkat penerapan bertahap dari kebijakan tersebut. "Tujuan jangka panjang Uni Eropa adalah mendekati angka nol korban jiwa di transportasi jalan pada tahun 2050, yang disebut sebagai Vision Zero. Persyaratan wajib baru ini akan membantu Uni Eropa mencapai target tersebut," kata Komisi Eropa. "Selain itu, langkah ini akan membantu meningkatkan perlindungan bagi pejalan kaki dan pesepeda, mengurangi kecelakaan akibat gangguan pengemudi, serta mendorong penerapan luas sistem bantuan pengemudi canggih."