TRIBUNSUMSEL.COM - Penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan elite Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyisakan teka-teki besar.
Hingga saat ini, identitas pemilik asli dari brankas rahasia berisi 74 kilogram emas batangan dan uang tunai ratusan miliar rupiah dari rumah tersebut masih misterius.
Pihak penyidik belum mengungkap siapa sosok di balik timbunan harta fantastis tersebut.
Bahkan, pengurus lingkungan setempat pun angkat tangan karena tidak pernah mengetahui siapa penghuni rumah mewah itu.
Baca juga: Sosok Roy, Ahli Kunci Kaget Diminta Bantu Bongkar Brankas Berisi 74 Kg Emas di Rumah Mewah Sentul
Ketua RW setempat, Agung Hermawan, mengungkapkan bahwa pemilik rumah dikenal sangat tertutup dan sama sekali tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. Sehari-hari, rumah tersebut tampak bak rumah hantu yang tak berpenghuni.
"Warganya kurang bergaul sama kami, jadi kita juga kurang informasi mengenai pemilik rumah. Kosong, hanya ada yang jaga aja. Kita sering lewat sini, enggak ada yang mencurigakan juga," ujar Agung saat ditemui di lokasi, Kamis (9/7/2026).
Agung menyesalkan sikap pemilik rumah yang tidak pernah melaporkan diri sejak properti tersebut dibeli pada 2010 silam.
"Itu yang tadi saya sesalin, mereka tidak lapor sama sekali. Tadi Ketua RT lapor sama saya juga belum pernah lapor. Tadi saya ditanya PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)-nya siapa enggak tau juga, jadi kita kurang informasi," ungkapnya.
Saat mendampingi polisi melakukan penggeledahan, Agung sempat masuk ke dalam area interior rumah.
Di sana, ia melihat sebuah petunjuk visual yang terpajang di dinding, meski ia tetap tidak mengenali wajah tersebut.
"Enggak kenal saya fotonya, ada foto ibu-ibu yang saya lihat fotonya di tempat saya berdiri," pungkasnya.
Baca juga: Profil Cafe deClan Cipete, Jadi Tempat Penggeledahan Polisi, Brankas Berisi Uang Miliaran Disita
Dalam penggeledahan tersebut, Kortas Tipidkor Polri juga mengungkap adanya brankas besar yang memiliki tinggi sekitar 200 cm atau dua meter.
Brankas besar tersebut tersembunyi di balik sebuah dinding yang berlapiskan kayu, yang terlihat dapat dimasuki oleh petugas dari Kortas Tipidkor Polri.
Isinya sangat mencengangkan. Polisi menyita aset dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp476 miliar, yang terdiri dari:
Baca juga: Kapuspen Ungkap Alasan TNI Jaga Ketat Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah
Emas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam beberapa koper kecil untuk dibawa ke Markas Polda Metro Jaya sebagai barang bukti.
Pada salah satu koper berwarna hijau, terlihat secarik kertas bertuliskan "Koper 2: 25 batang emas 1 kg".
Koper itu diangkut di bahu oleh seorang penyidik menuju Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Selain tumpukan emas dan uang, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen penting, telepon seluler, hingga foto keluarga.
Karena nilainya yang luar biasa besar, seluruh barang bukti tersebut harus diangkut menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri demi pengamanan ketat.
Kepala Kortas Tipidkor Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, menegaskan bahwa status kepemilikan rumah dan barang bukti tersebut masih didalami dan dikaitkan dengan kasus yang sedang disidik.
Sejauh ini, polisi belum melakukan penangkapan.
"Saat ini masih proses penggeledahan dan pemenuhan beberapa pembuktian. Belum ada yang ditangkap, masih nunggu. Nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruh proses penyidikan selesai," jelas Totok, Kamis (9/7/2026).
Kasus ini diduga kuat bertalian erat dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi batu bara di PLN yang sempat memicu gangguan listrik total (blackout) di wilayah Sumatera.
Selain di Sentul City, di hari yang sama penyidik juga menggeledah sebuah rumah di kawasan de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
Dari lokasi kedua yang diduga terkait perkara korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel tersebut, korps baju cokelat kembali menyita uang tunai rupiah dan dolar senilai Rp60 miliar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
"Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ujar Budi di lokasi, Rabu.
Dalam proses pencarian barang bukti di lantai dua, penyidik dikejutkan dengan temuan dua buah brankas besar yang disembunyikan secara rapi di balik lemari kayu yang menempel di dinding.
Karena bobotnya yang sangat berat, brankas itu akhirnya dievakuasi menggunakan kendaraan taktis Brimob.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon membenarkan beratnya temuan tersebut.
"Iya itu brankas, kan berat tadi," kata Victor usai penggeledahan.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com