TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Palangka Raya turut berdampak terhadap pelayanan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Selain menyebabkan sejumlah lampu jalan mengalami gangguan hingga kerusakan, kondisi tersebut juga disebut membuat biaya operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya meningkat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Baca juga: Waspadai Kemarau dan Karhutla, Bupati Kotim Siapkan Dropping Air Bersih hingga Perluas Jaringan PDAM
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari dua jam dapat mengganggu sistem kerja PJU.
Menurutnya, timer PJU yang telah diatur untuk menyala pada waktu tertentu dapat ter-reset sehingga jadwal penyalaan berubah dan harus disetel kembali oleh petugas.
"Apabila listrik padam lebih dari dua jam, timer PJU bisa ter-reset. Lampu yang seharusnya menyala pukul 17.00 bisa berubah jadwalnya sehingga harus diatur ulang oleh petugas kami," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Hadi, setiap kali terjadi pemadaman listrik di suatu kawasan, petugas Dishub langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi PJU. Pengecekan dilakukan guna memastikan apakah gangguan hanya terjadi pada timer, Miniature Circuit Breaker (MCB) yang mengalami trip sehingga memutus aliran listrik, atau bohlam lampu putus akibat dampak pemadaman.
"Kalau hanya timer yang berubah atau MCB yang trip, petugas tinggal melakukan penyetelan ulang. Tetapi kalau bohlamnya putus, tentu harus diganti," katanya.
Ia mengatakan proses pengecekan tersebut membuat biaya operasional pemeliharaan PJU ikut meningkat. Personel harus berkeliling menggunakan kendaraan operasional untuk memeriksa puluhan titik PJU yang terdampak. Kondisi itu membuat kebutuhan BBM dan biaya operasional pemeliharaan ikut meningkat.
"Operasional personel membawa mobil berkeliling kota untuk mengecek lampu-lampu PJU tentu membutuhkan BBM dan biaya operasional. Sementara saat ini pemerintah juga sedang melakukan efisiensi anggaran. Karena itu kami berharap persoalan pemadaman listrik ini bisa segera terselesaikan," ujarnya.
Hadi menambahkan, apabila bohlam mengalami kerusakan, Dishub harus menggantinya dengan unit baru.
Meski nilai kerugian akibat pemadaman listrik belum dapat dihitung secara pasti, harga satu lampu PJU berukuran kecil saja mencapai lebih dari Rp500 ribu per unit.
"Harganya bervariasi. Untuk lampu yang kecil saja di atas Rp500 ribu per unit," ungkapnya.
Berdasarkan pendataan sementara, Dishub mencatat hampir 50 lampu PJU mengalami kerusakan di sejumlah ruas jalan yang beberapa kali terdampak pemadaman listrik.
Kerusakan tersebut ditemukan di sejumlah ruas jalan yang beberapa kali mengalami pemadaman, di antaranya Jalan RTA Milono, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Diponegoro, Jalan Yos Sudarso, serta beberapa ruas jalan lainnya di dalam Kota Palangka Raya.
Hadi berharap PT PLN (Persero) dapat segera mengatasi gangguan pada jaringan kelistrikan agar pelayanan PJU kembali berjalan optimal dan tidak terus menambah beban operasional pemerintah daerah.
"Kami berharap persoalan pemadaman listrik ini benar-benar bisa segera mendapatkan solusi dari PLN," pungkasnya.
Pemadaman bergilir ini terpaksa dilakukan menyusul adanya gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Swasta berskala besar.
Pihak PLN menjelaskan bahwa gangguan pada pembangkit tersebut berdampak langsung pada pasokan daya sistem kelistrikan. Oleh karena itu, PLN melakukan pengaturan operasi kelistrikan demi menjaga keandalan dan stabilitas sistem di wilayah terdampak.
Jadwal dan Estimasi Waktu Pemadaman
Masyarakat diimbau untuk bersiap-siap, terutama yang berada di area kerja PLN ULP Palangkaraya Timur. Berikut adalah detail jadwal pemadaman listrik hari ini:
* Hari/Tanggal: Kamis, 09 Juli 2026
* Estimasi Waktu: Pukul 17.00 s.d. 20.00 WIB
Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik di Palangkaraya
Pemadaman listrik sementara ini akan berdampak pada sejumlah perusahaan, jalan utama, hingga kawasan pemukiman warga. Berikut daftar lengkap wilayah yang mengalami penghentian pasokan listrik:
Kawasan Industri & Jalan Lintas:
* PT. CSI
* PT. DWK
* Jl. Lintas Palangkaraya-Kuala Kurun
* Jl. Pantai Cemara Labat
* Ds. Pahandut Seberang
* Ds. Tumbang Rungan
* Ds. Tanjung Sanggalang dan sekitarnya.
Kawasan Pemukiman & Jalan Kota:
* Jl. Beliang, Jl. Sangga Buana, Jl. Batu Suli, Jl. Lawu, Jl. Agropuro, Jl. Semeru, Jl. Krakatau, Jl. Soewarno.
* Jl. Lambung Mangkurat, Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Hang Tuah, Jl. Patimura, Jl. Teuku Umar, Jl. Cut Nyak Dien, Jl. Cik Diktiro, Jl. Raden Patah, Jl. Sam Ratulangi, Jl. Kyai Maja.
* Jl. Untung Suropati, Jl. Mangku Rambang, Jl. Sultan Badaruddin, Jl. Baban, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Samudin Aman.
* Sebagian wilayah: Jl. Bukit Raya, Jl. Yos Sudarso, Jl. G Obos, Jl. G Obos II-III, Jl. C Bangas, Jl. Raden Saleh, Jl. Temanggung Tilung dan sekitarnya.
Upaya Penanganan dari PLN
Pihak PLN ULP Palangkaraya Timur menegaskan bahwa saat ini seluruh sumber daya telah dikerahkan ke lapangan demi mempercepat proses pemulihan gangguan. Upaya maksimal terus dilakukan untuk meminimalkan dampak pemadaman bagi para pelanggan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan," tulis pihak PLN ULP Palangkaraya Timur dalam keterangan resminya.
Bagi warga Palangkaraya yang berada di wilayah terdampak, diimbau untuk segera mengisi daya perangkat elektronik dan mengamankan peralatan rumah tangga sebelum estimasi waktu pemadaman dimulai pada pukul 17.00 WIB nanti.
(Tribunkalteng/Arai)